Sejarah Terbentuknya Tentara Nasional Indonesia

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Sejarah Terbentuknya Tentara Nasional Indonesia ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

 

 

Sebagai negara yang memiliki wilayah yang luas, tentara mutlak harus diperlukan sebagai benteng pertahanan. Sebutan TNI (Tentara Nasional Indonesia) lebih populer dengan sebutan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia). Terbentuknya TNI berpangkal dari maklumat pembentukan TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Kesatuan TKR kemudian berkembang menjadi TNI.

Badan Keamanan Rakyat

Beberapa minggu setelah proklamasi kemerdekaan, Presiden Soekarno masilah bersikap hati – hati. Hal ini berkaitan dengan sikap Jepang yang sangat tidak senang jika terjadi perubahan status uo, apalagi sampai memiliki tentara. Sejak Jepang menyerah kepada sekutu, Jepang harus menjaga Indonesia agar jangan sampai sekutu tiba di Indonesia. Oleh karena Jepang takut dengna tentara sekutu, maka Jepang bersikap keras kepada Indonesia. Sikap keras dan ketidak senangan Jepang terhadap Indonesia, misalnya melucuti persenjataan dan sekaligus membubarkan Peta pada tanggal 18 Agustus 1945. Jepang khawatir jika Peta akan menjelma menjadi Tentara Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Soekarno bersikap lebih berhati – hati agar Republik Indonesia tetap dapat berlangsung. Sikap Presiden Soekarno yang demikian itulah tidak disenangi oleh para pemuda yang lebih bersifat revolusioner. Oleh karena itu, para pemuda melapori pembentukan badan –Β  badan perjuangan.

Baca Juga  Awal Mula Peristiwa Masuknya Jepang Ke Indonesia

Sampai akhir bulan Agustus 1945, sikap hati – hati Presiden Soekarno masih tetap dipertahankan. Hal ini terbukti pada waktu diadakan sidang PPKI tanggal 22 Agustus 1945, untuk menghadapi situasi dalam sidang itu diputuskan untuk pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR). BKR merupakan bagian dari Badan Penolong kEluarga Korban Perang (BPKKP), tujuan dibentuknya BKR adalah untuk memelihara keselamatan masyarakat dan keamanan di berbagai wilayah. Oleh karena itulah, BKR juga dibentuk diberbagai daerah namun juga harus diingat bahwa BKR bukanlah tentara. Jadi, sampai pada akhir bulan Agustus 1945 Indonesia belumlah memiliki tentara.

Setelah bangsa Indonesia memprolamasikan kemerdekannya pada tanggal 17 Agustsu 1945, pada saat itulah Indonesia belum juga memiliki tentara kebangsaan. Β Sementara itu, tentara Peta tidak dapat langsung dijadikan sebagai tentara Indonesia kerena saat itu Indonesia masih dalam status quo hingga kedatangan sekutu di Indonesia. Kemudia pada tanggal 18 Agustsu 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang diketuai oleh Oto Iskandardinata merencanakan untuk membentuk susunan pembagian sebagian wilayah, kepolisian negara, tentara kebangsaan dan perekonomian. Dalam hal itu PPKI mengusulkan bahwa rencana bela negara dari BPUPKI yang menngandung politik perang tidak akan dapat diterima dan tentara Peta yang berada di Jawa dan di Bali serta Giyugun di Sumatera haruslah dibubarkan karena bentukan pada pemerintahan Jepang. Untuk itulah Presiden Soekarno memnggil kalangan militer yang cakap untuk membentuk tentara kebnagsaan yang kokoh.

Pada tanggal 19 Agustus 1945 di luar parlemen itu, para pemuda yang dipimpin oleh Adam Malikmengadakan rapat di prapatan 10. Hadir pula Kasman, Ki Hajar Dewantoro dan Sutan Sjahrir. Pada saat itu Presiden dan Wakil Presiden dipaksa juga untuk dapat hadir, karena para pemuda ingin mengajukan tuntutan, yaitu untuk lahirnya Tentara Republik Indonesia yang berasal dari bekas tentara Peta. Setelah melalui proses yang cukup panjang, pada tanggal 22 Agustus 1945, PPKI mengadakan suatu rapat paripurna yang telah menghasilkan 3 hal, yaitu: tentang Komite Nasional, Partai Nasional dan Badan Keamanan Rakyat (BKR). Pembentukan BKR ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan pemuda, para pemuda yang tidak puas terhadap kebijakan pemerintah dalam pembentukan BKR itu, kemudian membentuk badan – badan perjuangan atau dikenal dengan laskar.

Baca Juga  Membuat Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Jenis dan Struktur

Komite Van Aksi dan Lahirnya Badan – Badan Perjuangan

Demikianlah pula pemuda Sukarni dan Adam Malik membetuk Komite Van Aksi yang dimaksudkan sebagai gerakan yang bertugas di dalam pelucutan sejata terhadap serdadu Jepang dan merebut kantor – kantor yang masih diduduki oleh Jepang. Munculnya Komite Van Aksi kemudian disusul dengna lahinya berbagai badan perjuangan lainnya di bawah Komite Van Aksi API ( Angkatan Pemuda Indonesia), BARA (Barisan Rakyar Indonesia) dan BBI (Barisan Buruh Indonesia). Di berbagai daerah kemudian juga berkembang badan – badan perjuangan. Di Surabaya muncul BBI pada tanggal 21 Agustus 1945. Kemudian pada tanggal 25 Agustus 1945, dibentuk juga angkatan muda oleh Sumarsono dan Ruslan Wijayasastra. Kedua tokoh ini kemudian membentuk PRI (Pemuda Republik Indonesia) bersama Bung Tomo pada tanggal 23 September.

Demikian juga halnya yang terjadi di Yogyakarta, Surakarta serta Semarang. Disana juga muncul bebrbagai macam badan perjuangan. Misalnya saja: Angkatan Muda dan Pemuda Semarang, Angkatan Muda di Surakarta, Angkatan Muda Pegawai Kesultanan di Yogyakarta. Di Bandung sendiri berdiri Persatuan Pemuda Pelajar Indonesia yang kemudia lebih dikenal dengna PRI (Pemuda Republik Indonesia). Selain itu juga muncul Barisan Bateng, Pesindo (Pemuda Sosialis Indonesia). BPRI (Barisan Pemberontak Rakyat Indonesia) dan juga muncu Hizbullah Sabilillah. Bahkan orang – orang luar Jawa yang berada di Jawa membentuk badan perjuangan seperti KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi) dan PIM (Pemuda Indonesia Maluku). Kemudian muncul pula badan – badan pemuda yang bersifat khusus misalnya TP (Tentara Pelajar), TGP (Tentara Genie Pelajar) dan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar). Badan – badan perjuangan juga berkembang di luar Jawa antara lain:

  1. Acep terdapa API (Angkatan Pemuda Indonesia) yang dipimpin oleh Syamaun Gaharu dan BPI (Barisan Pemuda Indonesia) kemudian menjdi PRI (Pemuda Republik Indonesia) yang dipimpin oelha A. Hasyim.
  2. Sumatera Utara terdapat Pemuda Republik Andalas.
  3. Sumatera Bbarat terdapat Pemuda Andalas dan Pemuda Republik Indonesia Andalas Barat.
  4. Lampung terdapat API (Angkatan Pemuda Indonesia) yang dipimpin oleh Pangeran Emir Mohammad Noor.
  5. Bengkulu terdapat PRI (Pemuda Republik Indonesia) yang dipimpin oleh Nawawi Manaf.
  6. Kalimantan Barat terdapat PPRI (Pemuda Penyongsong Republik Indonesia) yang tokoh – tokohnnya antara lain: Musani Rani dan Jayadi Saman,.
  7. Kalimantan Selatan terdapat PRI (Persatuan Rakyat Indonesia) yang dipimpin oleh Rusbandi.
  8. Bali terdapat AMI (Angkatan Muda Indonesia) dan PRI (Pemuda Republik Indonesia).
  9. Sulawesi Selatan terdapat PPNI (Pusat Pemuda Nasional Indonesia) yang dipimpin oleh Manai Sophian, AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia), Pemuda Merah Putih dan Penunjang Republik Indonesia.
Baca Juga  Pengesahan UUD 1945 dan Pemilihan Presiden serta Wakil Presiden

Dengan munculnya badan – badan perjuangan tersebut, maka dapat dikatakan bahwa diseluuh tanah air telah siap menggelorakan revolusi untuk membersihkan kekuatan Jepang dari Indonesia.

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Sejarah Terbentuknya Tentara Nasional Indonesia ”Β … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Berikut Artikel Terkait Lainnya