Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Profesionalisme Karyawan

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Profesionalisme Karyawan ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

LatarBelakangMasalah

Sumber daya manusia yang ada di dalam suatu organisasi merupakan suatu penentu yang sangat penting bagi keefektifan dan keberhasilan organisasi dalam  mencapai  tujuannya.  Keberhasilan  seseorang pegawai  dalam suatu bidang pekerjaan banyak ditentukan oleh tingkat kompetensi, profesionalisme,  dan  juga  komitmennya  terhadap bidang yang ditekuninya. Sebagai sesuatu  yang berhubungan positif dengan keberhasilan kerja, komitmen yang merupakan suatu sikap dan perilaku yang dapat dipandang sebagai penggerak seseorang dalam bekerja adalah saling terkait erat. Adanya suatu komitmen dapat menjadi suatu dorongan bagi seseorang untuk bekerja lebih baik atau malah sebaliknya menyebabkan seseorang justru meninggalkan pekerjaannya, akibat suatu tuntutan komitmen yang lainnya.

Pentingnya keberadaan sumber daya manusia di dalam perusahaan ini salah satu upaya yang harus di capai oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia diharapkaan akan menimbulkan profesionalisme karyawan sehingga akan meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Profesionalisme merupakan sebuah keahlian yang dimiliki oleh seseorang terkait dengan ilmu dan keterampilan yang dimiliki. Seseorang individu yang memegang jabatan atau kedudukan tertentu dituntut memiliki profesionalisme yang tinggi agar dalam pelaksanaan pekerjaanya dapat berjalan dengan efektif, seorang individu yang mengenali dengan baik keahlian dan keterampilan yang dimilik akan lebih mudah menjalankan tugas dan pekerjaanya dengan baik dibandingkan individu lain yang kurang mampu mengenali keahlianya. Sutarjo dalam Yusra Husmaini (2013,p.58).

Profesionalisme karyawan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah pelatihan. Pelatihan dapat meningkatkan kemampuan karyawan yang berguna untuk meningkatkan profesionalisme karyawan sehingga dapat meningkatkan keuntungan bagian perusahaan. Dengan menerapkan pelatihan rutin yang diadakan perusaahaan kepada karyawanya akan meningkatkan kemampuan, keahlian yang dapat digunakan pada saat melakukan pekerjaan sesuai bagian pada masing-masing karyawan.

Baca Juga  Kode Etik Profesi dan Hukum Positif: Alasan

Menurut Rae dalam Herman Sofyandi (2013, p.113) Pelatihan adalah suatu usaha untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam melaksanakan pekerjaan yang lebih efekif dan efisien. Program pelatihan adalah serangkaian program yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan dalam hubungan dalam pekerjaanya. Efektifitas program pelatihan adalah suatu istilah untuk memastikan apakah program pelatihan yang dijalankan dengan efektif dalam mencapai sasaran yang ditentukan.

Faktor lain yang dapat mempengaruhi profesionalisme karyawan adalah disiplin kerja. dengan adanya disiplin kerja, karyawan diberikan rasa tanggungjawab akan pekerjaanya sesuai dengan yang telah di tentukan oleh perusahaan. Dengan adanya sikap disiplin pada karyawan akan meningkatkan sikap profesional pada diri karyawan. Menurut Singodimedjo dalam Edy Sutrisno (2009,p.86)  Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku disekitarnya. Disiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan memperlambat pencapaian tujuan perusahaan.

Telkom Akses (PTTA) merupakan anak perusahaan PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) yang sahamnya dimiliki sepenuhnya oleh Telkom. PTTA bergerak dalam bisnis penyediaan layanan konstruksi dan pengelolaan infrastruktur jaringan. Objek dalam penelitian ini adalah PT. Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung yang beralamat di Jl. Sultan Haji No.1 Kedaton Bandar Lampung. Perusahaan PT. Telkom Akses cabang Kedaton Bandar lampung memiliki karyawan berjumlah 231 karyawan. Penelitian ini berfokus pada karyawan pada Divisi Oprasi dengan jumlah karyawan. Fenomena yang terjadi pada PT. Telkom Akses cabang kedaton Bandar Lampung pelatihan sudah terlaksana namun pelatihan belum dapat diimplementasikan oleh karyawan dengan baik sehingga berpengaruh terhadap profesionalisme karyawan. Berikut jenis pelatihan yang diadakan di PT. Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung.

Tabel 1.2 Jenis Pelatihan dan Pelatihan yang sudah terlaksana dalam Divisi Oprasi Di PT. Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung

JenisPelatihan Pelatihan yang sudah Terlaksana
1.      InstalasiJaringan Internet Rumah

2.      Pemasangan ODP

3.      Deployer Fiber Optic

4.      Moderniasasi FTTH

5.      Additional Line Unit Green Field (ALU GF)

 

1.   Indihome 3P

2.   Indihome 3P Non Teknik

3.   Instalasi PT-2

4.   Teknik Splicing

5.   KonsepdanTeknik IKR

Sumber: PT.Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung 2016

Pada data tabel 1.2 disimpulkan bahwa PT. Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung telah mengadakan pelatihan pada Divisi Oprasi yang sudah terlaksana selama ± 3 bulan sekali berupa Indi home 3P, Indihome 3P Non Teknik, Instalasi PT-2, Teknik Splicing, KonsepdanTeknik IKR. Namun pelatihan yang dilakukan belum maksimal karena profesionalisme karyawan dalam melakukan tugasnya dinilai masih belum memuaskan oleh Perusahaan.

Dari berbagai jenis pelatihan yang telah dilaksanakan masih ditemukan adanya permasalahan pelatihan kerja yang dihadapi. Hal ini dapat terlihat dari indikator – indikator yang ada seperti Pendidikan: karyawan dalam proses pelatihan kurang menguasai materi, Cara kerja : karyawan dalam mengimplementasikan hasil pelatihan belum dapat dikuasai secara baik , Kecakapan : karyawan dianggap kurang terampil dalam proses pekerjaan yang dilakukan, Mempelajari ilmu: karyawan belum melaksanakan pekerjaan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh perusahaan. dan Mengutamakan cara : Karyawan belum mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang di dapat dalam proses pelatihan pada pekerjaanya. Sedarmayanti (2013,p.164).

Pada PT. Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung selain Pelatihan, Disiplin kerja juga mempengaruhi profesionalisme karyawan.Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong profesionalisme kerja dan terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan. Oleh Karena itu, setiap pimpinan selalu berusaha agar para bawahannya mempunyai sikap disiplin yang baik agar dapat berkerja secara profesional.Kedisiplinan diartikan jika karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya, mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik, mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku Hasibuan (2013,p.193).

Kedisiplinan harus ditegakkan dalam suatu perusahaan. Tanpa dukungan disiplin karyawan yang baik, sulit perusahaan untuk mewujudkan tujuannya. Jadi, kedisiplinan adalah kunci keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya. Adapun indikator-indikator yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan karyawan suatu organisasi, diantaranya tujuan dan kemampuan, teladan pimpinan, balas jasa, keadilan, waskat, sanksi hukuman, ketegasan dan hubungan manusia Hasibuan(2013, p.194). Ada beberapa hal yang  menyebabkan karyawan tidak disiplin, diantaranya adanya kesempatan untuk melakukan tindakan indisipliner, budaya kerja yang tidak baik, pemberian sanksi yang tidaktegas,kurangadanya pengawasan terhadap karyawan,melihat contohyang tidak baik,atasanyang tidak maumenegur, karyawan  menganggap disiplin  sebagai  siksaan,  moral kerja yang rendah, dan karyawan tidak menyukai pekerjaannya.

Seorang profesionalisme tidak saja mampu berkerja secara produktif, efisien, mandiri, inovatif tetapi ia juga memiliki dedikasi dan moral yang tinggi.Menurut Siagian dalam Melda Ambarwati (2000:163) Faktor lain yang menyebabkan kurangnya profesionalisme karyawan adalah Ketidak tepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan sehingga tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Contoh: Kurangnya atau  lambatnya pelayanan keluhan pelanggan  pada bagian operasi, sehingga para pelanggan harus menunggu lama. Misalnya ada keluhan tentang gangguan jaringan telepon, seharusnya bisa diselesaikan dalam waktu 1 hari, tetapi pelanggan harus menunggu selama 2 hari. Masih rendah nya kualitas karyawan Contoh: Adanya keluhan pelanggan kepada karyawan yang kurang professional saat pelanggan datang ke PT. Telkom Akses Cabang Kedaton Bandar Lampung untuk mendapat penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapi, seperti informasi mengenai penyediaan dan penjualan produk dan manfaatnya, cenderung mendapat jawaban yang kurang jelas dan kurang memuaskan.

Berdasarkan uraian di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PELATIHAN DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PROFESIONALISME KARYAWAN PT. TELKOM AKSES CABANG KEDATON BANDAR LAMPUNG”.

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Pengaruh Pelatihan dan Disiplin Kerja Terhadap Profesionalisme Karyawan ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

 

Berikut Artikel Terkait Lainnya

Baca Juga  Memahami Konsep Dasar Etika Profesi