Proposal: Pengertian, Bagian dan Sistematika

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Proposal: Pengertian, Bagian dan Sistematika ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Proposal merupakan suatu rencana kegiatan yang ditulis dalam bentuk rancangan kerja yang akan dilaksanakan. Proposal digunakan sebagai bentuk pengajuan, permohonan ata bahkan penawaran. Di dalam menulis sebuah propsal terdapat struktur penulisan sebuah proposal yang bermacam – macam. Hal tersebut akan bergantung kepada jenis kegiatan apa yang akan diusulkan. Dalam beberapa aspek propsal penelitian memiliki beberapa perbedaan dengan proposal kegiatan kemasyarakatan. Namnun secara umum berikut bagian – bagian yang sebaiknya ada di dalam proposal tersebut.

  1. Latar Belakang

Dalam bagian ini dikemukakan tentang kejadian, keadaan atau hal yang melatarbelakangi pentingnya dilaksanakan suatu penelitian. Apabila kegiatan yang diusulkan tersebut berupa kegiatan kesehatan penduduk desa, ya g kita kemukakan dalam latar belakang adalah tentang berjangkitnya penyakit menular dan sebaginya.

  1. Masalah dan Tujuan

Secara rinci dan spesifik kita perlu menyebutkan masalah dan tujuan – tujuan kegiatan. Rumuskanlah tujuan – tujuan tersebut dengan cara rasional serta persuasif ketika seseorang yang membacanya akan tetrtarik pada tujuan – tujaun tersebut.

  1. Ruang Lingkup Kegiatan

Kegiatan yang akan diusulkan harus dijelaskan batasan – batasannya. Membatasi ruang lingkup persoalan kegiatan, sekurang – kurangnya memberikan dua mannfaat. Dapat lebih terlihat oleh pengusul duduk persoalan dari kegiatan yang akan dilakukanya. Bagi penerima usul, suatu deskripsi yang konkret dan jelas akan lebih mmudah pula dilihat kebaikan dan kelemahaanya. Baik pengusul maupun penerima usul, masing – masing akan menguji masalah itu dari ruang lingkkup itu dengan bahan – bahan literatur yanng ada.

  1. Kerangka Teoritis dan Hipotesis

Dalam hal ini dikemukakan telaah terhadap teori atau hasil – hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan masalah yang dirumuskan. Telaah itu dapat berupa perbandingan, pengontrasan dan peletakan teori – teori itu pada masalah yang akan diteliti. Teori – teori tersebutlah yang merupakaatu argumentasi bagi pengusul dalam meneliti suatu persoalan – persoalannya sehingga dapat diperoleh jawaban yang akan dapat diandalkan. Dari teori – teori yang telah dikemukakan itulah, penerima usul dapat memahami bobot usulan itu di sampinng dapat mengetahui pula peguasaan pengusul terhadap suatu kegiatan yang akan diusulkannya tersebut.

  1. Metode

Pada bagian ini dikemukakan metode kegiatan yang akan dilaksankan, termasuk teknik – teknik pengumpulan data. Dalam hubungan ini dapat disebutkan metode historis, deskriptif maupun eksperimental. Sementara itu, dalam hal teknik pengumpulan data dapat disebutkan teknik angket atau kuisiner, wawancara, observasi, studi kepustakaan atau bahkan tes. Dalam bagian ini harus juga dikemukakan suatu rencana itu dapat dinilai oleh penerima usul, yakni apakahbut akan diperoleh hasil yang akan memuaskan atau bahkan tidak. Semakin komperhensif metode yang diusulkan, penerima usul akan semakin yakin akan rencana kegiatan tersebut. Melalui gambaran metode inilah dapat dinilai pula olehnya jumlah biaya yang akan perlu dikeluarkan.

  1. Pelaksanaan Kegiatan

Salah satu faktor yang turut diperhitungkan oleh seorang penerima proposal adalah susunan personalia dari badan yang menyampaikan proposal tersebut. Sebab itu perlu menuliskannya personalia yang dapat diandalkan untuk dapat mengerjakan pekerjaan yang akan diusulkan tersebut. Bila diperlukan daftarkanlah personalia atau pelaksana kegiatan tetrsebut yang dilengkapi dengan pendidikan dan dengan keahlian yang mereka miliki. Apabila kegiata itu berupa pengecatan jalan desa, tentunya yang dikemukakan adalah susunan kepanitiaannya termasuk di dalamnya pihak – pihak yang bertanggung jawab terhadap adannya kegiatan tersebut. Sedangkan di dalam proposal penelitian pada penulisan skripsi, tesis dan disertasi, pelaksanaan kegiatan tidak perlu dikemukakan karena sudah jelas, yakni oleh mahasisa itu sendiri.

  1. Fasilitas

Untuk mengerjakan suatu pekerjaan diperlukan pula fasilitas – fasilitas tertentu. Dipihak lain, fasilitas – fasilitas yang ada itu aka lebih menekankan biaya sehingga kakulasi pada biaya yang disodorkan akan menjadi lebih murah jika dibandingkan kalai harus menyewa dari pihak – pihak lain. Pengusul perlu menggambarkan mebrmacam – maam fasilitas yang dimilikinya. Hal tersebut dimaksudkan untuk dapat lebih meyakinkan lagi kepada penerima usul bahwa tawaran penulis memang benar – benar serius dan penulis sanggup untuk mengerjakannya dengan baik.

  1. Keuntungan dan Kerugian

Tentu lebih meyakinkan lagi jika dikemukakan juga keuntungan – keuntungan yang akan diperoleh dari pekerjaan itu. Hal ini bukanlah sesuatu yang berlebihan, tetapi untuk meyakinkan kepada penerima usul bahwa biaya yang akan dikeluarkan tidak sia – sia dengan yang akan diperoleh. Keuntungan yang akan diperoleh dapat bersifat keuntungan yang memang langsung diharapkan, keuntungan sampingan, penghematan, dan sebagainya. Akan lebih simpatik lagi apabila pengusul menyampaikan juga kerugian atau hambatan – hambatan yang akan dihadapinya kelak. Sering sekali orang takut untuk mengemukakan keburukan atau kekurangan dari sesuatu hal yanga akan orang tersebut tawarkan, takuta akan tawaran usulan yang akan ditawarkannnya tersebut tidak diterima atau ditolak.  Dalam jangka panjang hal ini sebenanrnya akan menguntungkan pihak pengusul itu sendiri. Badan yang akan memberikan pekerjaan akan lebih percaya akan kejujuran seorang pengusul yang dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.

  1. Lama Waktu

Dalam suatu proposal hasulah dijelaskan lama waktu dalam pekerjaan itu kan dapat diseesaikan. Bila pekerjaan tersebut terdiri atas tahapan – tahapan pekerjaan, maka tahapan – tahapan itu perlu diberikan dengan suatu perincian waktu dalam penyelesaian masing – masing.

  1. Pembiayaan

Biaya merupakan salah satu topik yang juga sangat diperhatikan oleh si penerima usul. Akan tetapi, bagi badan penerima usul yang baik eputasinya, kualitas pekerjaan merupakan suatu hal yang haruslah lebih diutamakan. Bagaimanapun juga, perincian biaya harus benar – benar digarap dalam suatu proposal tersebut sehingga propsal tersebut dapat meyakinkan pada si penerima usul tersebut. Yang akan lebih diinginkan agar smua pos pembiayaan dapat deberikan suatu perincian tersendiri. Perincin tersebut nantinya yanng akan dibagi untuk upah, alat perlengkapan, belanja barang, biaya umum dan lain sebaginya.

Baca Juga  Organisasi Pergerakan Masa Pendudukan Jepang

Adapun sistematika di dalam melakukan penulisan sebuah propsal suatu kegiatan, adalah sebagai berikut:

  1. Latar Belakang
  2. Masalah dan Tujuan; a. Masalah (b) Tujuan
  3. Ruang Lingkup Kegiatan: a. Objek (b) Jenis – Jenis Kegiatan
  4. Kerangka Teoritis dan Hipotesis: a. Kerangka Teoritis (b) Hipotesis
  5. Metode
  6. Pelaksanaan Kegiatan: a. Penaggung Jawab (b) Susunan Personalia
  7. Fasilitas yang Tersedia: a. Sarana (b) Peralatan
  8. Keuntungan dan Kerugian: a. Keuntungan – Keuntungan (b) Kemungkinan Kerugian
  9. Lama Waktu dan Tempat Pelaksanaan: a. Waktu (b) Tempat
  10. Anggaran Biaya
  11. Daftar Pustaka
  12. Lampiran – Lampiran

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Proposal: Pengertian, Bagian dan Sistematika ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya