Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Definisi Perilaku Konsumen

Beberapa definisi perilaku konsumen semuanya mngarah pada bagaimana memahami suatu bentuk tindakan – tindakan yang dapat dilakukan oleh konsumen dalam hubungannya dengan suatu produk. Menurut Irham Fahmi (2016) perilaku konsumen itu sendiri didefinisikan sebagai study tentang suatu unit pembelian dan suatu proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide – ide.

Sedangkan menurut Asosiasi Pemasaran Amerika mendefinisikan perilaku konsumen sebagai suatu interaksi yang dinamis mengenai perasaan, kognisi, perilaku konsumen dan lingkungan dimana suatu individu melakukan pertukaran dalam berbagai aspek di yang ada di dalam kehidupannya. Sebagai contohnya saja ketikan individu menjadi senang terhadap suatu produk telpon genggam merek tertentu setelah mendapatkan informasi dari internet, kemudia konsumen trersebut membelli suatu produk tersebut dan merasa puas saat menggunakan produk tersebut. Asosiasi Pemasaran Amerika juga menawarkan definisi formal sebagai berikut: pemasaran merupakan suatu fungsi organisasi dan serangkaian proses untuk menciptakan, mengoptimalisasikan dan memberikan nilai kepada pelanggan unntuk mengelola hubungan pelanggan dengan cara yang menguntungkan organisasi dan stekholder.

Baca Juga  Perilaku Konsumen: Definis, Produk, Faktor dan Konsumen

Konsep marketing merupakan filosofi yang menyatakan bahwa pemasaran harus fokus untuk mngidentifikasikan kebutuhan dan keinginan konsumen sebelum menciptakan cara untuk membuat dan menjual produk. Konsep pemasaran sendiri mengandung 2 tahap, yaitu: 1. melakukan riset untuk menentukan kebutuhan dan keinginan konsumen. 2. Mengembangkan, membuat, memasarkan dan memberi service produk yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut yaki memberi solusi untuk problem yang dihadapi konsumen.

Produk dan Perilaku Konsumen

Keputusan konsumen dalam memilih suatu produk dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, hal tersebut dapat dilihat dari pertanyaan dibawah ini:

  1. Mengapa konsumen membeli produk tersebut?
  2. Untuk apa konsumen membeli produk tersebut?
  3. Dimana konsumen bisa mendapatkan produk tersebut?
  4. Seberapa sering konsumen membeli produk tersebut?

Pertanyaan – pernyataan yang ditimbulkan di atas dapat ditarik dari 2 sisi faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian yaitu:

  1. Internal, faktor internal konsumen meliputi tentang persepsi konsumen, reaksi konsumen, kepribadian, karakter, logika berfikir, gaya hidup, motivasi serta latar belakang pendidikan.
  2. Eksternal, faktor eksternal konsumen meliputi di luar dari faktor internal seperti situasional dan berbagai lingkungan eksternal lainnya yang telah ikut mendorong pembentukan perilaku konsumen.

Ilmu pemasaran merupakan penggabungan dari ilmu dan seni yang menyatu dalam satu bagian secara erat untuk mendukung suatu pencapaian tujuan yang diinginkan. Pada perinsipnya sebuah produk dibeli karena mampu memberikan kepuasan kepada pemakainya. Menurut Kotler (1997) produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan untuk memuaskan suatu kebutuhan dan keinginan konsumennya. Kompleksitas pemahaman akan kepuasan konsumen terhadap produk semakin tinggi pada saat produk tersebut lebih dari barang yaitu jasa. Karena jasa merupakan suatu produk yang bersifat intangible sedangkan barang bersifat tangible. Menurut Payne (2009) produk jasa merupakan suatu bentuk dengan nilai kepuasan yang kompleks.

Baca Juga  Mengetahui Tanggung Jawab Perusahaan Kepada Karyaan

Konsumen dan Perilaku Kepuasan

Konsep dasar penciptaan produk bagi konsumen adalah sangat sedehana yaitu mampu memberikan kepuasan atas apa yang menjadi keinginan konsumen dan sudah menjadi sifat fitrah manusia ingin pada perubahan, maka pemasaran yang handal harus mengetahui produk yang terbaik bagi konsumen adalah yang memiliki nilai perubahan sesuai dengan keinginan konsumen.

Dalam konsep marketing kita mengenal hierarki nilai pelanggan (custumer value hierarchy) yang merupakan bagaimana setiap tingkatan hierarki dapat bekerja untuk memberikan kepuasan kepada pelanggannya.

  1. Pada tingkat dasar adalah manfaat inti (core benefit) yaitu merupakan layanan atau manfaat yang benar – benar dibeli pelanggan.
  2. Pada tingkat kedua, pemasar harus merubah manfaat inti menjadi produk dasar (basic product). Maka kamar hotel meliputi tempat tidur, kamar mandi, handuk, meja, lemari pakaian dan toilet.
  3. Pada tingkat ketiga, pemasar mempersiapkan produk yan diharapkan (expected product), sekelompok atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk yang lama.
  4. Pada tingkat keempat, pemasar menyiapkan produk tambahan (augmented product) yang melebihi harapan pelanggan.
  5. Pada tingkatan kelima adalah produk potensial (potencial product) yang mencangkup semua kemungkinan tambahan dan transformasi yang mungkin dialam sebuah produk atau penawaran di masa depan.

Ilmu perilaku konsumen sendiri menjadi sangat menarik karena pembahasannya bukan hanya sekedar menyangkut pengambilan keputusan konsumen saja dalam menentukan produk pilihannya namun bagaimana untuk membangun analisis tajam kepada pemasar untuk memahami apa yanng terdapat di dalam benak konsumen. Ketika hal tersebut sudah dipahami produk yang dipasarkan akan mampu terjual di pasar sesuai target yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.

Dalam sebuah dunia bisnis yang semakin kompleks, setiap bisnis akan menghadapi tantangan yang cukup besar baik kepada ketidakpastian maupu kesempatan. Ide – ide terbaik dan terus – menerus akan membuat perusahaan menjadi besar dan hebat. Karena tanpa adannya ide – ide terbaik akan membuat perusahaan tersubut tidak mampu bersaing dan seakin tergilas oleh pasa, sehingga mnjadi sangatlah wajar ketika syrat untuk menjadi seorang marketing yang handal harus memiliki jiwa kreatif yang ada dalam dirinya. Contohnya saja untuk melihat kehebatan seseorang marketing adalah ketika orang tersebut mampu untuk menjual suatu produk disaat orang lain menggap itu tidak mungkin atau sangat sulit untuk dilakukan. Misalnya bisnis property yang dibangun perumahan dekat dengan makam kuburan yang dianggap makam kuburan tersebut masih aktif atau baru, namun mampu meyakinkan pembeli untuk mau melakukan pembelian pada perumahan tersebut dan pada akhirnya perumahan tersebut mampu terjual sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh developer perumahan tersebut.

Baca Juga  Teori Uang: Pengertian, Kendala, Fungsi dan Kriteria

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya