Pentingnya Memahami Brand Switching Dalama Perilaku Konsumen

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Pentingnya Memahami Brand Switching Dalama Perilaku Konsumen ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Brand Switching

Pengertian Brand Switching

Menurut Srinivasan dalam Widiartanto et al (2012) Brand switching yang terdapat pada seorang konsumen atau pelanggan merupakan suatu bentuk adanya fenomena yang kompeks yang dapat dipengaruhi oleh faktor – faktor keperilakuan, persaingan, dan waktu yang terjadi pada pelanggan itu sendiri. Sedangkan menurut Simamora (2004,p.24) dijelaskan bahwa seorang konsumen atau seorang pelanggan yang seringkali melakukan brand  switching terhadap suatu proses pembeliannya  termasuk dalam suatu tipe perilaku pembelian yang mencari keragaman (Variety Seeking Buying Behavior). Berdasarkan pertanyaan tersebut, dapat dijelaskan bahwa suatu bentuk keputusan variety seeking buying behavior merupakan suatu bentuk yang terjadi terhadap keputusan pembelian yang diambil oleh konsumen atau pelanggan yang bersedia mencoba pada berbagai jenis merek yang berbeda untuk dapat memperoleh variasi dan menghindarkan kebosanan.

Brand switching ditandai dengan adanya perbedaan signifikan antar merek. Konsumen dalam hal ini tidak mengetahui banyak mengenai kategori produk yang ada. Para pemasar dengan demikian perlu untuk dapat mendiferensiasikan keistimewaan yang ada di dalam suatu mereknya untuk dapat menjelaskan merek tersebut. Brand switching juga ditandai dengan keterlibatan yang rendah (low involvement). Konsumen tidak melalui tahap – tahap keyakinan, sikap atau perilaku yang normal. Konsumen tidak akan secara ekstensif mencari informasi – informasi yanng ada mengenai suatu merek, melainkan merupakan penerima informasi pasif (information catching). Konsumen tidak membentuk keyakinan pada suatu merek (brand conviction), tetapi memilih suatu merek karena merek tersebut terasa akrab (brand familiarty). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peralihan merek atau brand sitching adalah sebuah bentuk perilaku perpindahan merek yang dilakukan oleh seorang konsumen atau pelanggan pada setiap penggunaan merek tersebut.

Baca Juga  Strategi Saluran Komunikasi Yang Diterapkan Shopee

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Brand Switching

Menurut David A A aker dalam Ribhan (2006,p.19) terdapat tiga faktor yang dapat mempengaruhi seorang konsumen atau pelanggan di dalam  melakukan brand  switching yaitu product attributes, price, dan product distribution. Menurut Ribhan (2006,p.18) promosi merupakan salah satu bentuk dari suatu kegiatan strategik pemasaran yang diyakini memiliki pengaruh yang dapat membentuk suatu citra merek (brand image building). Berdasarkan pendapat yang ada di atas tersebut, dapat juga disimpulkan bahwa suatu bentuk promosi juga merupakan salah satu factor yang dapat mempengaruhi brand switching.

Menurut Lupiyoadi (2006,p.195) pada dasarnya suatu kepuasan dan ketidakpuasan yang ada pada konsumen atau pada pelanggan atas produk akan dapat berpengaruh pada perilaku selanjutnya. Apabila konsumen atau pelanggan tersebut merasa puas, maka konsumen atau pelanggan tersebut akan dapat menunjukan besarnya kemungkinan untuk dapat melakukan pembelian kembali pada suatu produk yang sama. Pelanggan ataupun konsumen yang puas juga cenderung akan memberikan refensi yang baik terhadap suatu produk tertentu kepada orang lain. Brand switching behavior adalah bentuk dari perilaku perpindahan pada suatu merek yang dilakukan konsumen  atau pelanggan karena beberapa alasan tertentu atau diartikan juga sebagai bentuk kerentanan konsumen atau pelanggan untuk berpindah ke  merek  lain yang dikarenakan  adanya ketidakpuasan terhadap suatu merek tertentu yang mereka beli. Ketidakpuasan tersebut terjadi ketika suatu bentuk harapan yang ada pada seorang konsumen atau pelanggan tidak dapat terpenuhi, sehingga konsumen akan bersikap negatif terhadap suatu merek tertentu dan akan kecil kemungkinannya konsumen atau pelanggan tersebut akan membeli lagi merek yang sama tersebut.

Pelanggan ataupun konsumen yang memiliki perasaan yang tidak puas dapat melakukan tindakan – tindakan untuk pengembalian suatu produk, atau secara ekstrem bahkan konsumen atau pelanggan tersebut dapat mengajukan gugatan terhadap perusahaan tersebut melalui seorang pengacara. Berdasarkan pendapat – pendapat di atas tersebut, dapat disimpulkan bahwa ketidakpuasan layanan yang ada pada seorang konsumen atau pelanggan  juga merupakan salah satu bentuk faktor – faktor yang dapat mempengaruhi brand switching itu sendiri.

 

Indikator – Indikator Brand Switching

Menurut Srinivasan dalam Widiartanto et al (2012) indicator – indikator yang dapat membentuk suatu brand switching terdiri dari, sebagai berikut:

  1. Keinginan kuat berpindah ke merek, dalam hal ini konsumen ataupun pelanggan memiliki keinginan yang besar untuk berpindah pada suatu produk atau merek tertentu dengan berbagai macam alasan konsumen atau pelanggan tersebut. misalnya saja konsumen atau pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu merek yang digunakan sehingga konsumen memutuskan untuk berpindah pada suatu merek tertentu.
  2. Ketidakbersediaan menggunakan, dalam hal ini seorang konsumen atau pelanggan memiliki keputusan kuat untuk tidak ingin menggunakan suatu merek atau produk tertentu yang ditawarkan pada konsumen atau pelanggan tersebut.
  3. Kecendrungan mempercepat  penghentian merek, keinginan konsumen atau pelanggan yang selalu berubah – ubah terkadang menjadi salah satu faktor benntuk penyebab konsumen memmpercepat suatu pemakaian produk atau merek tertentu untuk dapart mencoba produk atau merek yang baru.
  4. Lebih memilih merek lain, dalam hal ini konsumen lebih tergiur ketika terdapat produk yang lebih menarik yang ditawarkan kepada konsumen ataupun pelanggan tersebut.
  5. Keinginan mencari variasi, dalam hal ini konsumen atau pelanggan selalu mencari variasi – variasi terhadap suatu produk ataupun merek yang lain untuk mengukur tingkat kepuasan dan kenyamanan konsumen atau pelanggan terhadap suatu merek tertentu.
  6. Ketidakpuasan pasca konsumsi, hal ini berkaitan dengan perasaan kecewa yang dirasakan oleh seorang konsumen atau pelanggan ketika menggunakan suatu produk atau merek tertentu, sehingga pada akhirnya konsumen atau pelanggan tersebut memutuskan untuk tidak menggunakan atau membeli suatu produk atau merwk tersebut dan segera menggantikannya pada merek yag lain yang dirasa lebih baik.
Baca Juga  Asal Usul Uang Sebagai Alat Tukar

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Pentingnya Memahami Brand Switching Dalama Perilaku Konsumen ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya