Mengetahui Konsep Dasar Etika

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Mengetahui Konsep Dasar Etika ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Seiring dengan berjalannya kehidupan sehari – hari, sering sekali mendengar istilah etika, etiket dan moral. Sebagian orang awam mencoba untuk menyamakan begitu saja arti dan maksud dar istilah – istilah tersebut, sehingga tidak jarang yang muncul kemudian adalah kebingungan dalam memaknai arti yang sebenarnya. Untuk itu kita akan mendalami makna dari istilah masing – masing tersebut.

Etika dan Moralitas

Untuk memahami apa yang dimaksud dengan etika, terlebih dahulu kita dapat membandingkannya dengan moralitas. Hal tersebut dikarenakan etikan dan moralitas sering disamakan begitu saja pengertiannya. Hal tersebut sebenanrnya tida sepenuhnya salah, hanya saja etika bisa saja punya pengertian yang sama sekali berbeda dengan moralitas.

Etika sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang dalam jamaknya (ta etha) yang berarti adat istiadat atau kebiasaan. Dalam pengertian ini etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik, baik pada diri sesorang maupun ada suatu masyarakat atau kelompok masyarakat. Hal ini berarti etika berkaitan dengan nilai – nilai, tata cara hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan segala kebiasaan yang dianut dan diwariskan dari suatu orang ke orang yang lain atau dari satu generasi ke generasi yang lain. Kebiasaan inilah yang terungkap dalam perilaku berpola yang terus berulang sebagai sebuah kebiasaan. Sedangkan moralitas berasal dari kata latin mos, yang dalam jamaknya (mores) berarti adat istiadat atau kebiasaan. Jadi secara harfiah dalam pengertian pertama ini etika dan moralitas sama – sama berarti sistem nilai tentang bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia yang telah diinstitualisasionalisasikan dalam sebuah adat kebiasaan yang kemudian terwujud dalam perilaku yang terulang dalam kurun waktu yang lama.

Baca Juga  Pengaruh Fashion Involvement Terhadap Impulse Buying

Etika juga dipahami dalam penngertian yang sekaligus berbeda dengan moralitas. Dalam pengertian kedua ini etika memiliki pengertian yang jauh lebih luas dari pengertian di atas. Dalam pengertian ini etika adalah sebagai filsafat moral atau suatu ilmu yang membahas dan mengkaji nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian pertama di atas. Dalam pengertian kedua ini at moral tidak langsung memberi perintah konkret sebagai pegangan siap pakai. Sebagai sebuah cabang filsafat, etika lalu sangat menekankan pendekatan kritis di dalam melihat suatu nilai dan norma moral serta permasalahan – permasalahan moral yang timbul dalam kehidupan manusia, khususnya dalam bermasyarakat. Jadi dapat dirumuskan sebagai refleksi kritis dan rasional mengenai:

  1. Nilai dan norma yang menyangkut bagaimana manusia harus hidup baik sebagai manusia.
  2. Masalah – masalah kehidupan manusia dengan mendasarkan diri pada nilai dan norma – norma moral yang umum diterima.

Dalam hal tersebut diatas, Menurut Magnis Suseno etika merupakan sebuah ilmu dan bukan ajaran, yang dimaksudkan adalah etika dalam pengertian kedua ini. Sebagai sebuah ilmu yang terutama menitik beratkan refleksi kritis dan rasional, etika dalam pengertian ini mempersoalkan apakah nilai dan norma moral tertentu memang harus dilaksanakan dalam situasi konkret tertentu yang dihadapi seseorang.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) terbitan (1988) etika dirumuskan ke dalam 3 arti, yaitu:

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral.
  2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
  3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut satu golongan atau masyarakat.

Menurut Bertens arti etika dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. Etika dipakai daam arti: nilai – nilai dan norma – norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.
  2. Etika dipakai dalam arti: kumpulan asas atau nilai moral.
  3. Etika dipakai dalam arti: ilmu tentang yang baik atau yang buruk.
Baca Juga  Profesi dan Organisasi Profesi

Teori – Teori Etika

Etika sebagai ilmu yang mengkaji dan merefleksi secara kritis ajaran moral, maka titik berat penilaianya adalah pada perbuatan atau tingkah laku manusia itu sendiri, hal ini berarti bahwa tindakan manusia selalu mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Berikut teori etika yang sering dihadapi, yatu:

  1. Etika Deontologi

Istilah deontologi berasal dari bahasa Yunani deon yang berarti kewajiban. Karena etika ddeontologi mmenekankan pada kewajiban manusiauntuk bertindak secara baik. Dalam hal ini, suatu tindakan itu baik bukan dinilai dibenarkan berdasarkan tindakannya baik pada diri sendiri. Dengan kata lian, tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat dari tindakan itu. Misalkan suatu tindakan bisnis akan dinilai baik oleh etika deontologi bukan karena tindakan itu mendatangkan akibat baik bagi plakunya, melainkan karena tindakan itu sejalan dengan kewajiban pelaku bisnis itu sendirimisalnya dapat memberikan pelayanan yang baik terhadap semua konsumen, untuk mengembalikan utangnya sesuai dengan kesepakatan, untuk menawarkan barang dan jasa dengan mutu yang sebanding dengan harga yang ditawarkan tersebut.jadi nilai tindakan itu tidak ditenntukan oleh akibat atau tujuan baik dari tindakan itu, melainkan dari motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelaku untuk menjalankan kewajiban yang baik.

  1. Etika Teleologi

Berbeda dengan etika deontologi, etika teleologi justru mengukur baik – buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang akan dicapai oleh tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, jika bertujuan mencapai sesuatu yang baik atau jika akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna. Misalnya saja mencuri bagi etika teleologi tidak dinilai baik atau buruk berdasarkan baik – buruknya ndakan itu sendiri, melainkan oleh tujuan dan akibat dari tindakan itu. Jika tujuannya baik maka tindakan itu akan dinilai baik dan sebaliknya jika tujuannya buruk maka tindakannya akan bernilai buruk pula. Atas dasar inilah etika telologi lebih situasional, karena tujuan dan akibat suatu tindakan dapat sangat tergantung pada situasi khusus tertentu. Karena itu, setiap nrma dan kewajiban moral tidak dapat berlaku begitu saja dalam setiap situai, karena harus melihat pada tujuan atau akibat baik dari suatu tindakan tersebut bagi siapa? Bagi pribadi (egoisme) atau orang banyak (utilitiarisme).

Baca Juga  Kode Etik Profesi dan Hukum Positif

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Mengetahui Konsep Dasar Etika ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya