Mempelajari Konsep – Konsep Kalimat Majemuk Bertingkat

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Mempelajari Konsep – Konsep Kalimat Majemuk Bertingkat ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfat bagi para pembaaca, selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Pernakah kamu memiliki suatu keinginan untuk dapat tampil di depan umum? Jika ingin tampil di depan umum, salah satu kegiatan berbicara yang bisa kita lakukan yaitu ceramah. Dengan kita melakukan ceramah, secara tidak langsung kita akan membagikan suatu pengetahuan dari suatu yang kita telah kuasai. Bahkan dengan melalui ceramah juga, kita dapat berbagi ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Jadi aktivitas cerammah yang akan kita lakukan pastinya akan bermanfaat juga bagi orang lain yang mendengarkannya. Ceramah sendiri merupakan suatu pembicaraan yang dilakukan di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan dan lain sebagainya. Oranng yang menyampaikan sebuah ceramah ialah orang – orang yang memiliki pengetahuan atau telah menguasai pada bidangnya dan yang mendengarkan biasanya dapat melibatkan banyak orang. Media yang digunakan dapat berupa media secara langsung atau juga dapat menggunakan sarana komunikasi, seperti halnya televisi, radio dan media penyampaian lainnya.

Selain itu juga ada yang disebut dengan pidato dan khotbah. Untuk dapat memahami ke dua hal tersebut di atas, cermatilah perbedaan – perbedaan dari ke dua hal tersebut, seperti:

  1. Pidato merupakan suatu pembicaraan yang dilakukan di depan umum yang memiliki kecendrungan yang bersifat persuasif atau ajakan, yaitu dapat berisi himbauan, ajakan ataupun juga dorongan pada khalayak untuk dapat berbuat sesuatu hal.
  2. Khotbah merupakan suatu pembicaraan yang dilakukan di depan umum yang memiliki isi yang berisi suatu penyampaian pengetahuan tentang keagamaan atau juga peraktik ibadah dan juga berupa suatu ajakan – ajakan untuk dapat memperkuat keimanan seseorang.
Baca Juga  Memahami Isi Ceramah: Bagian, Aspek serta Struktur

Menemukan Informasi dan Permasalahan Aktual Dalam Teks Ceramah

Dalam pembahasan sebelumnya, kamu sudah mengenal jenis pembicaraan yang disebut dengan ceramah. Sekarang kita akan membahas dan mengenal jenis informasi ataupun permasalahan yang akan mungkin kita dapatkan dari suatu ceramah. Informasi disebut pula dengan penerangan informasi yang memiliki sifat publisitas, yang ditujukan untuk umum atau publik. Informasi – informasi yang terdapat di dalam media masa umumnya memiliki sifat yang aktual. Demian pula halnya yang disampaikan melalui ceramah – ceramah yang biasanya dapat berkaitan dengan isu – isu yang hangat. Adapun jenis – jenis suatu informasi dapat dikatagorikan sebagai berikut, yaitu:

  1. Informasi berdasarkan fungsi yaitu informasi yang bergantung pada suatu materi dan jjuga kegunaan informasi. Yang termasuk informasi jenis ini adalah suatu informasi yang akan dapat menambah pengetahuan, informasi yang mengajri pembaca atau informasi edukatif, dan informasi – informasi yang hanya untuk menyenanngi si pembaca yang bersifat fiksional atau khayalan. Sedangkan informasi yang dapat menambah pengetahuan, misalnya: tulisan tentang pergantian suatu kurikulum tertentu. Informasi edukatif, misalnya tulisan tentang teknik belajar yang jitu. Selanjutnya informasi yang menyenagkan, misalnya tentang cerita pendek, karikatur dan juga komik.
  2. Informasi berdasarkan format penyajian yaitu jenis informasi yang berdasarkan bentuk penyajian informasinya. Di media terkenal dengan berbagai benntuk penyajian yaitu di dalam bentuk tulisan, foto kartun ataupun karikatur. Di dalam bentuk tulisan juga dikenal bentuk berita, artikel, karangan khas, resensi, kolom serta karya fiksi.
  3. Informasi berdasarkan lokasi peristiwa yaitu jeis informasi yang berdasarkan pada tempat kejadian peristiwa tersebut berlangsung. Dengan demikian juga, informasi tersebut dapat dibagi menjadi informasi daerah, nasional dan juga informasi mancanegara.
  4. Informasi berdasarkan bidang kehidupan yaitu jenis informasi berdasarkan bidanng – bidang kehidupan yang ada. Bidang – bidang yang biasanya dibedakan tersebut, misalnya pada pendidikan, olahraga, musik, sastra, budaya dan juga iptek.
  5. Informasi berdasarkan bidang kepentingan yaitu dapat dibedakan menjadi empat jenis informasi yaitu, sebagai berikut: (a) Informasi – informasi yang menyangkut keselamatan atau kelanngsungan hidup si pembaca (b) Informasi – informasi yang menyangkut perubahan dan berpengaruh pada kehidupan pembaca. (c) Informasi – inormasi tentang cara atau kiat – kiat baru dan praktis bagi para pembaca untuk dapat meningkatkan kualitas hidupnya. (d) Informasi – informasi tentang peluang bagi para pembaca untuk memperoleh sesuatu.
Baca Juga  Organisasi Semi Militer Bentukan Jepang

Menemukan Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat merupakan suatu bentuk kalimat yang memiliki lebih dari satu klausa dan hubungan antara klausa tidak sederajat. Salah satu unsur klausa ada yang menduduki induk kalimat, sedangkan unsur yang lain sebagai suatu anak kalimat. Kalimat majemuk bertingkat terbagi ke dalam beberapa jenis , antara lain sebagai berikut:

  1. Kalimat majemuk hubungan akibat, ditandai oleh kata penghubung sehingga, sampai – sampai, maka. Contohnya: (a) Ia terlalu bekerja keras sehingga jatuh sakit. (b) Penjelasan diberikan seminggu sekali sehingga anak – anak dapat mengerjakan tugas – tugas mereka dengan teratur.
  2. Kalimat majemuk hubungan cara, ditandai oleh kata penghubung dengan. Contohnya: (a) Kejelasan PSMS Medan berhasil mempertahankan kemenangannya dengan memperkokoh pertahanan mereka. (b) Dengan cara menggendongnya, anak itu ia bawa ke rumah orang tuanya. (c) Pembuuru itu menunggu di atas bukit dengan jari telunjuknya melekat pada pelatuk senjatanya.
  3. Kalimat majemuk hubungan sangkalan, ditandai oleh konjungsi seolah – olah, seakan – akan. Contohnya: (a) keadaan di dalam kota kelihatan tenang, seolah – olah tidak ada suatu apapun yang terjadi. (b) Dia diam saja seakan – akan dia tidak mengetahui persoalan yang terjadi. (c) Iapun menghapus wajahnya seakan mau melenyapkan pikirannya yang risau itu.
  4. Kalimat majemuk hubungan kenyataan, ditandai oleh konjungsi padahal, sedangkan. Contohnya: (a) Pura – pura tidak tahu padahal dia tahu banyak. (b) Para tamu sudah siap, sedangkan kita belum siap.
  5. Kalimat majemuk hasil, ditandai oleh konjungsi makanya. Contohnya: (a) Tempat ini licin, makanya anda jatuh. (b) Yang datang berwajah seram, makanya saya lari ketakutan.
  6. Kalimat majemuk hubungan penjelasan, ditandai oleh kata penghubung bahwa, yaitu. Contohnya: (a) Berkat riwayat hidupnya menunjukkan bahwa ia adalah seorang pelajar yang teladan. (b) Kebun ini telah dibersihkan ayah, yaitu dengan memangkas dan menebang belukar yang tumuh disekitarnya. (c) Peristiwa itu menggambarkan bahwa ada dua kelompok sisa yang memiliki sikap berbahasa yang berbeda di sekolah tersebut.
  7. Kalimat majemuk hubungan atributif, ditandai oleh konjungsi yang. Conntohnya: (a) Pamannya yang tinggal di Bogor itu, sedang di rawat di rumah sakit. (b) Istrinya yang datang bersama dia itu, seoranng insinyur. (c) Laki – laki yang berbaju putih itu adalah kakekku dari ibu.
Baca Juga  Mengidentifikasi Unsur – Unsur Drama

 

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Mempelajari Konsep – Konsep Kalimat Majemuk Bertingkat ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya