Kinerja Perusahaan dan Nilai Perusahaan

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Kinerja Perusahaan dan Nilai PerusahaanΒ ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan dapat diperoleh dari pengorbanan waktu dan sumber daya. Kinerja perusahaan merupakan suatu bentuk gambaran tentang kondisi keuangan yang ada di dalam suatu perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan sendiri dapat digunakan sebagai sebuah dasar untuk melakukan suatu pengambilan keputusan baik bagi pihak internal maupun pada pihak eksternal. Kinerja perusahaan merupakan suatu tingkat pencapaian prestasi perusahaan yang dapat diukur dalam bentuk hasil kinerja pada karyawan. Kinerja tergantung pada kombinasi antara kemampuan, usaha, dan kesempatan yang diperoleh yang berbeda antar satu karyawan dengan karyawan yang lainnya atau dengan kata lain kinerja perusahaan bisa ditunjukkan dengan prestasi yang dicapai oleh perusahaan di dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan pada perusahaan tersebut (Rue dan Byars, 1995 dalam Susanti, 2011).

Kinerja perusahaan yang mana berisi informasi – informasi atau data – data yang telah diolah sebuah perusahaan merupakan kebutuhan bagi para investor sehingga informasi ini harus dapat mudah untuk dipahami, relevan, dapat diandalkan. Laporan keuangan juga harus dapat diperbandingkan, karena laporan keuangan sering dijadikan sebagai dasar untuk melakukan penilaian kinerja yang ada pada perusahaan. Laporan keuangan sendiri merupakan media komunikasi antara perusahaan dan investor, biasanya manajemen merupakan suatu pihak yang terpisah dengan investor. Manajemen mempunyai keahlian dalam mengelola sumber ekonomi dan investor mempunyai kelebihan dana, sehingga laporan keuangan kemudian dipandang sebagai alat utama untuk mengkomunikasikan informasi keuangan pada pihak eksternal suatu organisasi (Kieso dan Weygrandt, 1992 dalam Ifada, 2011).

Baca Juga  Contoh Latar Belakang Pengaruh Citra Prusahaan dan Produk

Hidayah (2011) juga mengatakan bahwa salah satu yang mendasari keputusan investor dalam melakukan investasi adalah laporan keuangan perusahaan.Perlunya pengungkapan yang mendetail dalam laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran kinerja perusahaan yang sesungguhnya. Pada kondisi ketidakpastian pasar, nilai informasi yang relevan dan reliabel yang tercermin didalam disclousure (pengungkapan informasi) perusahaan menjadi faktor penting.

Karakteristik laporan keuangan yang mampu dibandingkan antar periodenya memungkinkan pengidentifikasian posisi dan kinerja keuangan. Menurut Kretarto (2001) tujuan laporan keuangan itu sendiri adalah:

  1. Memberikan suatu informasi yang dapat dipercaya mengenai aktiva dan kewajiban serta modal yang ada pada suatu perusahaan.
  2. Memberikan suatu informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva neto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
  3. Memberikan suatu informasi mengenai keuangan untuk dapat membantu para pemakainya dalam menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
  4. Memberi informasi penting lain mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban perusahaan, seperti mengenai aktivitas pembiyaan dan investasi.
  5. Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan, seperti informasi mengenai kebijakan akuntan yang dianut oleh perusahaan.

Kretarto (2001) menyebutkan bahwa khusus untuk jenis informasi berbentuk laporan keuangan, informasi harus dapat diperbandingkan dengan laporan antar periode sehingga memungkinkan untuk dilakukan identifikasi kecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Sekaligus dapat juga untuk memperbandingkan laporan keuangan antar perusahaan – perusahaan untuk dapat mengevaluasi posisi keuangan pada perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.

Nilai Perusahaan

Nilai perusahaan yang tinggi dapat menimbulkan semangat pada pemegang saham untuk dapat terus meningkatkan kekayaan, dengan begitu permintaan terhadap saham akan dapat meningkat. Harga saham yang lebih tinggi akan membuat nilai saham yang ada pada perusahaan dapat meningkat. Brigham (2001) berpendapat bahwa nilai perusahaan sangat penting karena dengan adanya nilai perusahaan yang tinggi akan diikuti oleh tingginya kemakmuran pada pemegang saham tersebut. Fuad (2006) mengatakan bahwa bagi perusahaan yang menjual sahamnya ke masyarakat (go public) indikator nilai perusahaan adalah harga saham yang dijual-belikan di bursa efek.Pendapat ini didasarkan atas pemikiran bahwa peningkatan harga saham identik dengan peningkatan kemakmuran para pemegang saham, dan peningkatan harga saham identik dengan peningkatan nilai perusahaan.meskipun demikian, tidak berarti bahwa nilai perusahaan sama dengan harga saham. Nilai perusahaan sama dengan nilai saham (yaitu jumlah lembar saham dikalikan dengan nilai pasar per lembar) ditambah dengan nilai pasar utangnya. Tetapi bila besarnya nilai utang dipegang konstan, maka setiap peningkatan nilai saham dengan sendirinya akan meningkatkan nilai perusahaan. Dalam hal ini peningkatan nilai perusahaan identik dengan peningkatan harga saham.

Baca Juga  Pengaruh company growth dan profitability terhadap investment opportunity set (IOS)

Menurut Andri dan Hanung (2007) dalam Retno (2012) nilai perusahaan adalah nilai jual yang ada pada suatu perusahaan atau nilai tumbuh bagi para pemegang saham tersebut, nilai perusahaan akan tumbuh dari harga pasar sahamnya. Sedang Rika dan Islanudin (2008) dalam Retno (2012) menyatakan bahwa nilai perusahaan didefinisikan sebagai nilai pasar. Semakin tinggi harga saham tersebut maka akan semakin bertambah pula kemakmuran para pemegang saham tersebut. Blocher (2007) mengatakan bahwa konsep menambah nilai pemegang saham memerlukan interpretasi baru mengenai strategi manajemen dan rantai nilai.Peran strategi berjalan diatas kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur untuk mencapai keunggulan kompetitif, dan bertujuan untuk menambah nilai bagi pemegang saham.

Optimalisasi nilai perusahaan dapat dicapai melalui pelaksanaan fungsi manajemen keuangan, dimana satu keputusan keuangan yang diambil akan mempengaruhi keputusan keuangan lainnya dan berdampak pada nilai perusahaan (Fama dan French, 1998 dalam Wijaya, 2010). Keputusan keuangan sendiri mencakup keputusan investasi, keputusan pendanaan dan keputusan dividen. Kombinasi ketiganya akan memaksimalkan nilai perusahaan dan memakmurkan stakeholders. Penelitian yang dilakukan Eisenberg et al (1998) dalam Zulfikar (2006) menyebutkan bahwa nilai perusahaan akan naik jika perilaku manajemen tidak menghamburkan sumber daya perusahaan, baik dalam bentuk investasi yang tidak layak maupun dalam bentuk shirking, karena menurutnya antara pihak agent (manajemen) dan principal (pemilik) terdapat asimetris informasi yang harus ditekan atau diminimalisir.

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Kinerja Perusahaan dan Nilai Perusahaan” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Baca Juga  Contoh Latar Belakang Skrpsi Analisis Persepsi Konsumen

Berikut Artikel Terkait Lainnya