Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

 

 

Teks proklamasi kemerdekaan telah dibacakan oleh Soekarno dalam upacara pernyataan kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Proklamasi ini dilaksanakan di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Pernyataan kemerdekaan tersebut disambut bahagia dan suka cita oleh masyarakat Indonesia diberbagai daerah.

Jepang Bertekuk Lutut

Bom atom yang diledakan di dua kota di Jepang yakni di Hirosima dan Nagasaki menyebabkan ratusan ribu penduduk Jepang meninggal dunia dan ratusan ribu lainnya mengalami kecacatan. Kerugian pada materialpun sudah tidak terhitung lagi jumlahnya. Bahkan sampai sekarangpun dampak terjadinya bom atom masih dirasakan oleh masyarakata Jepang itu sendiri. Kerusakan dan dampak korban yang sangat mengerikan tersebut mendorong masyarakat dunnia sepakat untuk tidak menggunakan senjata tersebut di dalam berbagai medan peperangan. Dua bom atom tersebut telah meluluhlantakan kota Hirosima dan Nagasaki. Amerika Serikat yang menjatuhkan bom atom pada ke dua kota di Jepang pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945. Perang Dunia II yang berkecamuk sejak tahun 1939 telah menyebabkan dua kelompok yaitu sekutu dan negara – negara fasis saling menyerang dengan menggunakan senjata pemusnah dan kerusakan massal. Korban dan kerugian kedua belah pihak sudah tidaklah terhitung jumlahnya. Jutaan manusia sudah meninggal dunia akibat Perang Dunia II tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah masyrakat sipil yang bukanlah merupakan tentara Jepang.

Baca Juga  Dari Rengasdengklok Sampai Ke Pegangsaan Timur

Keinginan Amerika Serikat untuk segera menyelesaikan perang dilakukan dengan mengirimkan pesawat pembawa bom atom ke Jepang. Pada tanggal 6 Agustus 1945 bom atom pertama diledakkan di kota Hiroshima sementara pada tanggal 9 Agustus 1945 bom atom kedua dijatuhan di kota Nagasaki. Digambarkan oleh masyarakat yang selamat dikedua kota tersebut bahwa ledakan bom atom tersebut seperti halnya dengan ledakan gunung api yang jatuh ke bumi. Tiba – tiba dilangit terang seperti ada kilat, disusul dengan berbagai benda yang berhamburan terbang. Kehancuran kota Hiroshima dan Nagasaki telah menjatuhkan semngat dan martabat bangsa Jepang. Apabila perang dilanjutkan Jepang akan hancur. Akhirnya Jepang memutuskan untuk menyerah tanpa syarat kepada sekutu. Penyerahan Jepang kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945 inilah yang menandai berakhirnya Peranng Dunia II.

Dalam posisi yang semakin terjepit perang melawan sekutu, Jepang terpaksa memberi janji kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Komando tenntara Jepang wilayah Selatan, pada bulan Juli 1945 menyepakati dan akan memberikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 7 September 1945, pada saat itu jugalah Jendral Taruchi menyetujui pembentkan Dokuritsu Junbi Inkai atau Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang tugasnya melanjutkan pekerjaan BPUPKI. PPKI ini diketuai oleh Ir. Soekarno dengan wakilya Drs. Moh Hatta. Panitia PPKI itu beraggotakan 21 orang dan semuanya adalah orang Indonesia yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pada tanggal 9 Agustus 1945 Jendral Tarauchi memanggil Ir. Soekano, Moh. Hatta dan Rajiman Widoyodiningrat untuk pergi ke Dalat, Siagon. Siagon merupakan salah atu pusat tentara Jepang. Pada tanggal 12 Agustus 1945 Jendral Tarauchi mengucapkan selamat kepada Soekarno dan Moh. Hatta sebagai ketua dan wakil ketua PPKI. Kemudian Tarauchi menegaskan bahwa Jepang akan menyerahkan kemerdekaan bangsa Indonesia Soekarno, Moh. Hatta dan Rajiman Widoyodiningrat pulanng kembali ke Jakarta pada tanggal 14 Agustus.

Peristiwa Rengasdengklok

Hari – hari menjelang tanggal 15 Agustus 1945 merupakan suatu hari yang menegangkan bagi bangsa Jepang dan bangsa Indonesia. Bagi bangsa Jepang tanggal tersebut merupakan titik akhir nyali mereka dalam melanjutkan Perang Dunia II. Menyerah kepada sekutu adalah pilihan yang sangat pahit tetapi harus dilakukan. Bagi bangsa Indonesia, tanggal tersebut justru menjadi kesempatan baik untuk mempercepat proklamasi kemerdekaan. Inilah yang menjadi pemikiran utama para pemuda atau sering disebut dengan golongan muda kaum pergerakan nasional.

Baca Juga  Mengetahui Konsep Dasar Kalimat Majemuk Bertingkat

Pada hari Rabu tanggal 15 Agustus 1945 sekitar pukul 21.30 WIB, para pemuda yang dipimpin oleh Wikana dan Darwis datang ke rumah Soekarno di Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Wikana dan Darwis memaksa Soekarno untuk memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia. Para pemuda mendesak agar proklamasi malam ini dapat dilaksanakan paling lambat tanggal 16 Agustus 1945. Sambil menimang – nimang senjata Wikana berucap dan bebrnada ancaman. Wikana terperanjat setelah melihat sikap dan bentakan Bung Karno. Suasana rumah Bung Karno semakin tegang. Hal ini juga disaksikan oleh; Moh . Hatta, dr. Buntara, Ahmad Subarjo dan Iwa Kusumasumatri.

Bung Karno kemudian meiminta Bung Hatta untuk mengundang para anggota PPKI pada pagi tanggal 16 Agustus 1945 untuk rapat membahas keadaan terakhir Indonesia dan persiapan untuk kemerdekaan Indonesia. Para pemuda malam itu sekitar pukul 24.00 tanggal 15 Agustus 1945 mengadakan pertemuan di JL. Cikini 71 Jakarta. Para pemuda yang hadir di antara lain: Sukarni, Wikana, Yusuf Kunto, Chaerul Saleh dan Shodanco Singgih. Mereka sepakat untuk membawa Soekarno dan Moh. Hatta keluar kota. Tujuannya agar kedua tokoh ini jauh dari pengaruh Jepang dan bersedia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Para pemuda juga sepakat untuk menunjuk Shodanco Singgih untuk memimpin pelaksanaan tersebut. Pada tanggal 16 Agustus 1945 sekitar pukul 04.00 pagi rombongan Soekarno, Moh. Hatta dan para pemuda menuju ke arah timur. Pemuda tetap merahasiakan kemana rombongan Soekarno ini mau dibawa pergi, ternyata rombongan ii akan di bawa ke Rengasdengklok. Dipilhnya daerah Rengasdengklok karena daerah itu merupakan daerah yang terpencil yaitu sekitar 15 km dari Kedunggede, Karawang. Selain itu juga adanya hubunga baik antara Daidan Peta Purwakarta dan Daidan Jakarta, sehingga dari segi keamanan akan terjamin. Pada pagi harinya, rombongan Soekarno sampai juga di Rengasdengklok. Mereka juga diterima oleh Shodanco Subeno dan Affan. Mereka ditempatkan dir rumah keluarga Tionghoa, Dijau Kie Siong yang simpati terhadap perjuangan bangsa Indonesia.

Baca Juga  Konsep, Bagian an Aspek Di Dalam Teks Ceramah

Sehari di Rengasdengklok para pemuda ternyata gagal memaksa Soekarno untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia lepas dari campur tangan Jepang. Namun ada gelagat yang ditangkap oleh singgih bahwa Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia kalau sudah kembali ke Jakarta. Melihat tanda – tanda tersebut maka sekitar pukul 10.00 bendera Merah Putih dikibarkan di halaman Kawedanan Rengasdengklok. Jakarta sendiri berada di dalam keadaan tegang karena pada tanggal 19 Agustus 1945 seharusnnya diadakan pertemuan PPKI tetapi Soekarno dan Moh. Hatta tidak ada di tempat. Lalu Hmad Subarjo segera mencari kedua tokoh tersebut.

Ahmad Subarjo tiba di Rengasdengklok pada pukul 17.30 WIB untuk menjemput Soekarno dan rombongan. Namun kecurigaan pemuda terhadap Ahmad Subarjo masih terjadi. Terjadilah dialog antara Subeno selaku komnadan Peta Rengasdengklok dengan Ahmad Subarjo. Dengan jaminan tersebut, maka Shudanco Subeno mewakili para pemuda menngizinkan Subarjo untuk bertemu dan membawa pulang Ir. Soekarno beserta rombongan untuk kembali ke Jakarta. Dengan demikianlah berakhir pula peristiwa Rengasdengklok.

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Latar Belakang Terjadinya Peristiwa Rengasdengklok ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya