Perilaku Konsumen Dalam Private Label

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Perilaku Konsumen Dalam Private Label ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Perilaku Konsumen

Menurut Engel et al dalam Etta dan Sophia (2013,p.7) perilaku konsumen merupakan suatu bentuk tindakan yang langsung terlibat di dalam melakukan proses pemerolehan, pengkonsumsian dan penghabisan produk atau jas, termasut di dalamnya suatu proses yang mendahului dan menyusul tindakan ini. Menurut Mowen dan Minor dalam Etta dan Sophia (2013,p.7) perilaku konsumen adalah studi unit – unit dan proses pembuatan keputusan yang dapat melibbatkan penerimaa, penggunaan dan pembelian serta penentuan barang atau jasa dan ide. Schifman dan Kanuk dalam Etta dan Sophia (2013,p.7) mendefinisikan prilaku konsumen sebagai suatu benntuk perilaku yang diperlihatkan oleh seorang konsumen untuk melakukan suatu proses mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan suatu produk dan jasa yang mereka harapakan akan memuaskan kebutuhan mereka tersebut.

Menurut Ariely dan Zaubermen dalam Etta dan Sophia (2013,p.8) perilaku konsumen merupakan suatu bentuk tindakan – tindakan yang dilakukan oleh seorang individu, kelompok, atau organisasi yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan untuk dapat memperoleh, menggunakan barang – barang atau jasa secara ekonomis yang dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sedangkan menurut Lamb et al dalam Etta dan Sophia (2013,p.8) perilaku konsumen merupaka sebagai suatu bentuk proses seorang konsumen atau pelanggan untuk membuat suatu bentuk keputusan pembelian, juga untuk dapat menggunakan dan membuang barang dan jasa yang dibeli, termaksut factor – factor yang dapat memengaruhi keputusan pembelian dan penggunaan pada suatu produk barang ataupun jasa.

Baca Juga  Memahami Ilmu Teori Persepsi Konsumen Pada Perilaku Konsumen

Dari pengertian perilaku konsumen diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen merupakan suatu bentuk tindakan yang dilakukan oleh seorang konsumen atau pelanggan guna untuk dapat mencapai dan memenuhi kebutuhannya baik dalam penggunannya, pengkonsumsian maupun penghabisan barang dan jasa termaksut pada proses keputusan.

Menurut Etta dan Sophia (2013,p.10) tujuan mempelajari dan menganalisis  perilaku konsumen adalah sebagai berikut :

  1. Untuk dapat mengimplementasikan konsep – konsep pemasaran sebagai rencana untuk dapat memengaruhi calon konsumen atau pelanggan.
  2. Untuk dapat memahami pengaruh yang kompleks ketika konsumen mengkonsumsi suatu produk baang atau jasa yang dibeli.
  3. Untuk dapat meningkatkan kepercayaan diri manajer (pemasar) untuk dapat memprediksi respon konsumen setelah strategi pemasaran ditetapkan dan dilaksanakan.
  4. Untuk dapat menghindari kriteria rujuk diri (self refrence criteriation). Setiap konsumen memiliki tingkat pemahaman yang berbeda – beda tentang suatu produk baranng atau jasa yang dibelinya. Ada yang tingkat pemahamannya tinggi dan juga ada yang tingkat pemahamannya rendah.

Private Label

Pengertian Private Label

Privatelabel  (disebut juga dengan merek reseller, gudang atau distributor) adalah merek pengecer dan grosir yang mengembangkan” (Kotler & Keller, 2012:459). “Private label adalah suatu benntuk strategy merek yang dikembangkan oleh distributor untuk dapat mengembangkan suatu usahanya” Chen, 2009).

Kotler dan Keller ( 2008:155 ) merek pribadi (juga disebut dengan merek penjual, toko, rumah atau distributor) adalah merek yang dikembangkan oleh seorang pengecer atau pedagang grosir. Peran merek pribadi Kotler dan Keller ( 2008:156 ), mengatakan bahwa perantara ingin mensponsori merek mereka sendiri.

  1. Hal tersebut lebih menguntungka Perantara mencari produsen dengan kapasitas berlebih yang akan menghasilkan suatu bentuk merek pribadi dengan melakukan biaya yang rendah. Biaya lainnya, seperti riset dan pengembangan, periklanan, promosi penjualan, dan distribusi juga lebih rendah sehingga merek pribadi dapat dijual pada harga yang lebih rendah namun menghasilkan margin keuntungan yang cukup tinggi.
  2. Pengecer dapat mengembangkan merek toko ekslusif untuk mendiferensiasikan diri mereka dari pesaingnya.
Baca Juga  Analisis Brand Dalam Memasuki Pasar Global

Menurut Kotler dan Amstrong (2002:112), mengatakan bahwa ada 5 (lima) strategi produk merek pribadi. Pemberian merek pada produk merek pribadi (private label) dapat dikategorikan menjad sebagai berikuti:

  1. Store brands, yang dimana dalam katagori ini menggunakan nama peritel yang ada pada kemasan suatu produk private  label tersebut.
  2. Store Sub-  brands, yang dimana dalam katagori ini menggunakan merek yang berisikan dengan dua nama yaitu, nama pada peritel dan nama pribadi orang tersebut.
  3. Umbrella Brands, yang dimana dalam katagori ini suatu Produk private label yang diberi merek dengan merek independen, tidak ada kaitan dengan nama perite Umberella brand yang digunakan untuk produk dengan kategori yang berbeda – beda.
  4. Individual brands, yang dimana dalam katagori ini nama merek yang akan digunakan hanya untuk 1 (satu) kategori pr
  5. Exlusive brands, yang dimana dalam katagori ini nama merek yang digunakan untuk satu kategori yang sama. Namun pada produk ini dapat mempromosika suatu value added pada produk itu sendiri.

 

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Mengetahui Tentang Persepsi Konsumen ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya

Baca Juga  Contoh Proposal Perencanaan Bisnis