Awal Mula Peristiwa Masuknya Jepang Ke Indonesia

Bisacumlude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Awal Mula Peristiwa Masuknya Jepang Ke Indonesia ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Sejak pengeboman Pear Harbour oleh angkatan peang Jepang pada 8 Desember 1941, serangan terus dilancarkan terhadap angkatan laut Amerika Serikat di Pasifik. Serangan – serangan tersebut seoalah tidak dapat di bendung oleh Amerika Serikat. Pasukan Jepang berhasil menghancurkan basis – basis militer Amerika seperti di Filipina. Kemudian serangan Jepang juga diarahkan ke Indonesia. Serangan terhadap Indonesia bertujuan untuk mendapatkan cadangan logistic dan bahan industri perang, seperti minyak bumi, timah, dan juga alumunium. Sebab, persediaan minyak di Indonesia diperkirakan dapat mencukkupi kebutuhan Jepang selama perang Pasifik.

Perlu diketahui pada saat Jepang memasuki Indonesia telah membawa kultur dan fasisme. Jepang sudah menjadi negara fasis. Fasis atau fasisme adalah suatu paham atau ideologi. Fasisme sendiri dapat dimaknai sebagai sebuah sistem dimana semua kekuasaan berada pada satu tangan seorang yang diktator dan otoriter. Di dalam mengembangkan kehidupan berbangsa menjadi sangat nasionalistik, elistik dan rasialis. Penataan kehidupan sosial dan ekonomi sangat ketat, sentralistik di dalam sebuuah korporasi pemerintah yang otoriter dibawah seorang pimpinan yang diktator. Fasisme ini mulai pertama berkembang di kawasan Italia pada tahun 1922 dengan tokohnya yaitu Benito Mussolini. Kemudian pada tahun 1933 berkembang di kawasan Jerman, yang selanjutnya berkembang pula pada kawasan Jepang.

Baca Juga  Sejarah Di Dalam Melakukan Perumusan Teks Proklamasi

Pada Januari 1942, Jepanng mendarat dan memasuki Indonesia. Tentara Jepang masuk ke Indonesia melalui Ambon dan langsung menguasai seluruh wilayah Maluku. Meskipun pasukan KNIL (Koninjlik Nederlandsch Indisch Leger) dan pasukan Australia juga berusaha menghalangi, kana tetapi kekuatan Jepang tidak dapat dibendung. Daerah tarakan yang berada di Kalimantan Timur kemudian dikuasai juga oleh Jepang bersamaan dengan daerah Balikpapan pada 12 Januari 1942. Jepang kemudian menyeranng Sumatra setelah berhasil memasuki daerah Pontianak. Bersamaan dengan itu Jepang melakukan serangan ke Jawa pada Februari 1942.

Pada tanggal 1 Maret 1942, kemenangan tentara Jepang di dalam perang Pasifik menunjukkan kemampuan Jepang di dalam mengontrol wilayah yang sangat luas, yaitu dari Burma sampai dengan Pulau Wake di Samudera Pasifik. Setelah daerah – daerah di luar Jawa dikuasai, Jepang memusatkan perhatiannya untuk mennguasai tanah Jawa sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda. Untuk dapat menghadapi gerak invasi tentara Jepang, blok sekutu yang terdiri atas Belanda, Amerika Serikat, Australia dan Inggris membentuk Komando Gabungan Tentara Serikat yanng disebut dengan ABDACOM (America British Dutch Australian Command) yang bermarkas di Lembang. Letnan Jendral Ter Poorten diangkat sebagai panglima ABDACOM. Namun kekuatan ABDACOM tidak mampu menyelamatkan Hindia Belanda dari kekalahan. Sementara itu, Gubernur Jendral Carda pada Februari 1942 telah mengungsi ke Bandung.

Dalam pertempuran di laut Jawa, angkatan laut Jepang berhasil menghancurkan pasukan gabungan Belanda – Inggris yang dipimpin oleh Laksamana Karel Doorman. Sisa – sisa pasukan dan kapal Belanda yang berhasil lolos terus melarikan diri menuju Australia. Sementara itu, Jendral Imamura dan pasukannya mendarat di Jawa pada tanggal 1 Maret 1942. Pendaratan itu dilaksanakan di tiga tempatten dipimpin oleh Jendral Imamura sendiri. Kemudian pendaratan di Eretan Wetan – Indramayu dipimpin oleh Kolonel Thonisori, dan pendaratan disekitar Bojonegoro dikordinasi oleh Mayjen Tsuchihashi. Tempat – tempat tersebut memang tidak diduga oleh Belanda jika ternyata digunakan untuk pendaratan tentara Jepang. Sementara itu Jepang tidak menyerang Jakarta, karena pada saat itu Jakarta disiapkan oleh Belanda sebagai kota terbuka.

Baca Juga  Teks Ceramah: Isi, Kaidah dan Struktur

Untuk menghadapi pasukan Jepang, sebenarnya para sekutu sudah mempersiapkan diri, yaitu antara lain berupa tentara gabungan ABDACOM, ditambah dengan satu kompi Kadet dari Akademi Militer Krajaan dan Korps Pendidikan Perwira Cadangan di Jawa Barat. Sedangkan di Jawa tengah, telah disiapkan empat batalion infantari, sedangkan di Jawa Timur terdiri dari tiga batalion pasukan bantuan Indonesia dan satu batalion marinir, serta ditambah dengan satuan – satuan dari Inggris dan Amerika. Meskipun demikian tentara Jepang mendarat di Jawa dengan jumlah yang sangat besar, berhasil merebut setiap daerah hampir tanpa adanya perlawanan.

Pasukan Jepang dengan cepat menyerbu pada   pusat – pusat kekuatan ttentara Belanda yang berada di Jawa. Pada tanggal 5 Maret 1942 Batavia akhirnya jatuh ke tangan tentara Jepang. Tentara Jepang juga terus melakukan pergerakan ke arah Selatan dan akhirnya dapat menguasia juga kota Buitenzorg yang sekarang bernama kota Bgor. Dengan sangat mudahnya kota – kota di daerah Jawa dan yang lain juga jatuh ke tangan tentara Jepang. Pada akhirnya di tanggal 8 Maret 1942 Jendral Teer Poorten atas naman komandan pasukan Belanda atau sekutu menandatangani penyerahan tidak bersyarat kepada tentara Jepangyang saat itu diwakili oleh Jendral Imamura. Penandatanganan tersebut dilaksanakan di daearh Kalijati, Subang. Penyerahan tentara Belanda kepada tentara Jepang yang kemudian dikenal dengan sebuutan Kapitulasi Kalijati. Dengan demikian, berakhir pula penjajahan tentara Belanda di Indonesia. Akan tetapi, pada saat itu, Indonesia berada di bawah pendudukan tentara Jepang. Kemudian Gubernur Jendral Tjarda ditawan.  Tentara Belanda segera mendirikan pemerintahan pelarian atau yang dikenal dengan sebutan exile government yang berada di daerah Australia di bawah pimpinan H. J. Van Mook.

Menyimak dari gerakan – gerakan tentara Jepang utuk dapat menguasai Indonesia yang berlangsung begitu sangat cepatnya itu memanglah sangat menarik. Hal ini ada kaitan dengan perkembangan yang telah terjadi sebelumnya. Sejak Jepang atau Negeri Sakura atau Negeri Matahari Tterbit berkembang menjadi sebuah negara industri dan tampil sebagai negara imperiais, Jepang mulai membutuhkan daerah – daerah baru. Salah satu daerah baru yang dimaksud tersebut adalah negara Indonesia. Keinginan Jepang untuk dapat menguasai negara Indonesai tidak terlepas dikarenakan negara Indonesia kaya akan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan Jepang ntuk perkembangan industri Jepang tersebut. Jepang dengan slogan Hakko Ichiu yang diperkenalkan oleh Kaisar Jimmu adalah sebuah doktrin untuk dapat menguasai dunia dan satu – satunya kekaisaran. Doktrin Hakko Ichiu ini kemudian dimodifikasi sebagai suatu alat propaganda dan alat politik untuk mencapai tujuan pemerintah Jepang. Slogan ini juga diilhami oleh ajaran shintoisme yng menerima dan memadukan semua tradisi termasuk kehidupan spiritual yang masuk ke Jepang, tapa menghilangakn tradisi yang aslinya. Hakko Ichiu telah an ajaran tentang kesatuan keluarga umat manusia. Ajaran Hakko Ichiu juga diperkuat oleh keterangan antropolog yang menyatakan bahwa bangsa Jepang dan Indonesia serumpun

Baca Juga  Mengenal Organisasi Militer Bentukan Jepang

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Awal Mula Peristiwa Masuknya Jepang Ke Indonesia ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisacumlaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

Berikut Artikel Terkait Lainnya