Meneladani Kehidupan Dari Cerita Pendek

Bisacumlaude Haloo haloo haloo haloo para generasi milenial yang cerdas dan mandirii… Jumpa lagi dalam postingan artikel kita kali ini yang tentunya bahasan pada postinngan rtikel kita kali ini, tidak akan kalah menarik dari bahasan – bahasan postingan artikel kita sebelum – sebelumnya, pada postingan artikel kita kali ini, kita akan membahas mengenai ” Meneladani Kehidupan Dari Cerita Pendek ” .. Semoga informasi yang kita sampaikan dapat bermanfaat dan tentunya dapat menambah pengetahun para pembaca… Selamat membaca…. 🙂 🙂 🙂 🙂

Cerita pendek merupakan salah satu karya sastra yang memusatkan diri pada satu tokoh dalam satu situasi tertentu. Di dalam sebuah cerita pendek kita akan banyak menemukan berbagai macam tokok karakter baik itu karakter protagonis maupun tokoh dengan karakter antagonis. Keduanya merupakan cerminan nyata dari kehidupan di dunia. Namun dari karakter tokoh itu tersebutlah kita dapat menemukan suatu nilai – nilai kehidupan, yaitu suautu perbuatan baik yang harus kita tiru dan perbuatan buruk yanng harus dapat ita jauhi.

Menentukan Unsur – Unsur Pembangun Cerita Pendek

Seperti halnya dengan jenis pada teks yang lainnya, cerita pendek terbentuk dari sejumlah unsur – unsur yang membangunnya. Adapun unsur yang berada langsung di dalam isi teks cerita pendek tersebut dinamakan dengan unsur intrinsik yang dapat meliputi tema, amanat, alur, penokohan dan latar.

  1. Tema

Tema merupakan suatu gagasan yang menjalin struktur yang ada pada sebuah isi cerita. Tema di dalam sebuah cerita dapat menyangkut segala macam persoalan, baik itu berupa masalah kemanusiaan, kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan dan lain sebagainya. Untuk dapat mengetahui tema di dalam sebuah cerita, diperlukannya apresiasi menyeluruh terhadap bebrbagai unsur yang ada di dalam suatu karangan tersebut. Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh seorang pengarangnya. Untuk dapat merumuskan suatu tema, kita diharuskan terlebih dahulu mengenali rangkaian suatu peristiwa yang dapat membentuk alur cerita di dalam sebuah cerpet tersebut.

  1. Amanat
Baca Juga  Suasana Yang Terjadi Saat Proklamasi Dikumandangkan

Amanat merupakan suatu bentuk ajaran atau suatu bentuk pesan yang hendak disampaikan seorang pengarang. Amanat yang ada di dalam sebuah cerpen pada umumnya akan bersifat tersirat, disembunyikan oleh seorang pengarang cerpen tersebut di bailk peristiwa – peristiwa yang membentuk isi cerita tersebut. Kehadiran amanat pada umumnya tidak dapat terlepaskan dari tema sebuah cerita tersebut. Misalnya saja apabila tema cerita tersebuut tentang perjuangan kemerdekaan, amanat sebuah cerita itupun tidaklah akan jauh dari pentingnya mempertahankan kemerdekaan.

  1. Penokohan

Penokohan merupakan suatu cara pengarang di dalam menggambarkan dan mengembangkan karakter yang ada pada suatu tokoh – tokoh di dalam sebuah cerita. Berikut cara – cara di dalam menggambarkan karakteristik seoang tokoh, antara lain: (a) Teknik analitik langsung, Alam termasuk siswa yang paling rajjin di antara teman – temannya. Ia puntidak merasa sombong walaupun berkali – kali ia mendapatkan juara bela diri. Sifatnya itulah yang menyebabkan ia banyak disenangi oleh teman – temannya. (b) Penggambaran fisik dan perilaku tokoh, seperti sedang berkampanye, orang – orang yang berada di desa tersebut serempak berteriak – teriak! Mereka menyuruh seoranng camat agar segera secepatnya keluar dari kantor tersebuut. Tidak lupa juga mereka mengacung – acungkan tangannya, walaupun dengan perasaan yang masih juga ragu – ragu,. Malah ada pula diantara mereka yang sedang sibuk sendiri menyeragamkan acungan tanngannya, agar tidak tampak berbeda dengan orang lain. Sudah barang tentu, suasana yang ada di sekitar kecamtan mejadi semakin riuh. Bahkan saja oleh demonstran – demonstran dari desa itu, tapi juga oleh orang – orang yang kebetulan lewat dan ada disana. (c) Penggambaran lingkungan kehidupan tokoh, desa karangsaga tidak kebagian aliran listrik. Padahal kampung tetangganya sudah pada terang semua. (d) Penggambaran tata kebahasaan tokoh, dia bilang bukan maksudnya dia untuk menyebarkan provokasi. Tetapi apa yang diucapkannya benar – benar membuat orang di desa tersebut marah. (e) Pengungkapan jalan pikiran tokoh, ia inginmenemui anak gadisnya itu tanpa ketakutan, ingin ia mendekapnya, mencium bau keringatnya. Di dalam pikirannya Cuma anak gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Dan mungkin ibunya, seoranng janda renta tubuhnya, masih berlapang dada menerima kepulangannya. (f) Penggambaran oleh tokoh lain, ia paling pandai bercerita, menyanyi dan menari. Tak jarang ia bertandanng kerumah sambil membawa aneka brosur barang – barang promosi. Yang menjengkelkan saya, seluruh keluargaku jadi menaruh perhatian kepadanya.

  1. Alur
Baca Juga  Teks Cerita Pendek Berdasarkan Struktur dan Kaidah

Alur merupakan sebuah pola pengembangan cerita yang terbentuk oleh suatu hubungan sebab dan akibat ataupun juga bersifat kronologiis. Pola pengembangan cerita disuatu cerpen sangatlah beragam. Pola – pola pengembangan suatu cerita haruslah menarik, mudah dipahami dan juga harus logis. Jalan cerita disuatu cerpen kadang – kadang berbelit – belit dan juga penuh kejutan serta kadang – kadang sederhana.

  1. Latar

Latar atau setting dapat meliputi sebuah tempat, waktu dan budaya yang digunakan di dalam sebuah cerita. Latar yang ada di dalam suatu cerita dapat bersifat faktual atau dapat juga yang bersifat imajinnatif. Latar di dalam suatu cerita berfungsi untuk memperkuat atau mempertegas keyakinan seorang pembaca terhadap jalannya sebuah cerita tersebbut. Dengan demikian, apabila seorang pembaca tersebut sudah dapat menerima lata tersebut sebagai sesuatu hal yang benar adany, maka cendrung dia pun akan lebih siap di dalam menerima pelaku ataupun kejadian – kejadian yang berada di dalam sebuah latar cerita tersebut.

  1. Gaya Bahasa

Di dalam sebuah cerita, penggunaan suatu bahasa berfungsi untuk dapat menciptakan suatu nada atau suasana persuasif serta dapat merumuskan dialog yang dapat mampu memperlihatkan hubungan dan interaksi antara sesama tokoh. Kemampuan dari seorang penulis mempergunakan bahasa yang secara cermat dapat menjelmakan suatu suasana yang dapat berterus – terang atau disebut juga dengan satiris, simpatik atau bahkan menjengkelkan, objektif atau juga emosional. Bahasa juga dapat pula menimbulkan suatu suasana yang tepat untuk adegan – adegan yang seram, adegan yang romantis, ataupun untuk peperangan, kepuusan maupun tentang harapan. Bahasa dapat juga digunakan seorang pengarang untuk dapat menandai suatu karakter pada seseorang tokoh di dalam sebuah cerita tersebut. Suatu karakter jahan dan bijak dapatlah diambarkan dengan jelas melalui kata – kata yang dapat digunakannya. Demikian pula halnya dengan seorang tokoh. Karakter jahat dan bijak dapat juga digambarkan dengan jelas melalui kata – kata yang digunakan oleh seorang tokoh yang ada di dalam sebuah cerita tersebut. Demikian juga halnya denngan tokoh pada anak – anak dan dewasa, dapat juga dicerminkan dari kosakata yang digunakan ataupun dari struktur suatu kalimat yang digunakan oleh tokoh – tokh yang bersangkutan di dalam sebuah cerita tersebut.

Baca Juga  Organisasi Semi Militer Bentukan Jepang

Demikianlah informasi yang dapat kita sampaikan pada postingan artikel kita kali ini dengan bahasan tentang ” Meneladani Kehidupan dari Cerita Pendek ” … Semoga bahasan yang ada pada postingan artikel kita kali ini dapat menambah wawasan dan dapat bebrmanfaat bagi para generasi milenial yang cerdas mandiri untuk mengetahui lebih banyak informasi lainnya. Stay teruss pada postingan kami selanjutnya, tetap kunjunngi website bisaculaude.com karena akan selalu ada materi – materi menari lainnnya… 🙂 🙂 🙂 🙂

 

Berikut Artikel Terkait Lainnya