Latar belakang terjadinya impulse buying

PENGARUH PRICE DISCOUNT DAN BONUS PACK
TERHADAP IMPULSE BUYING KONSUMEN INDOMARET DI WAY HALIM MENURUT PERSPEKTIF ISLAM
A. Latar Belakang
Berkembangnya bisnis ritel di Indonesia diharapkan dapat memenuhi keinginan konsumen, dimana konsumen merupakan faktor utama dari berdirinya bisnis ritel. Bisnis ritel sendiri merupakan aktifitas usaha dengan cara menjual berbagai macam barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Seperti bentuk pasar modern yang banyak berkembang saat ini adalah ritel modern, yaitu pedagang eceran dalam bentuk toko yang berkonsep swalayan seperti minimarket, supermarket, dan hypermarket. Dalam penelitian kali ini saya mengambil minimarket yaitu Indomaret yang berkembang secara pesat di berbagai daerah di Indonesia khususnya minimarket Indomaret di wilayah Way Halim. Indomaret sendiri bergerak di bidang retail yang menjual beberapa barang kebutuhan sehari-hari dengan memberikan aneka ragam kebutuhan yang terbatas dengan lokasi yang mudah dijangkau.
Pada saat ini aktifitas belanja beralih fungsi menjadi gaya hidup, hal ini disebabkan semakin pesatnya bisnis ritel modern yang berkembang. Selain itu, konsumen membutuhkan hal tersebut untuk memuaskan emosionalnya. Perilaku memuaskan emosional inilah yang menjadikan pergeseran perilaku pada konsumen yaitu perilaku yang berbelanja secara terencana menjadi tidak terencana. Perilaku pembelian yang tidak direncanakan (impulsif buying) merupakan pangsa pasar yang terbesar dalam pasar modern, hal ini menarik bagi produsen untuk menciptakan strategi-strategi yang nantinya diharapkan dapat menarik minat beli dan minat konsumen secara emosional sebab konsumen yang tertarik secara emosional dalam proses keputusan pembelian tidak akan lagi melibatkan rasionalitas dalam membeli. Impulse buying adalah suatu proses pembelian suatu barang, dimana sipembeli tidak mempunyai niatan untuk membeli sebelumnya, pembelian dilakukan tanpa rencana atau secara spontan (Sumarwan, 2002). Impulse buying merupakan pembelian secara spontan yang dilakukan oleh konsumen tanpa ada niatan untuk membeli barang sebelumnya, karena konsumen tertarik dengan adanya strategi pemasaran yang telah dijalankan pebisnis ritel.
Berdasarkan penelitian terdahulu beberapa faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan impulse buying adalah karena faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang ada di diri seseorang yaitu pada suasana hati dan kebiasaan mereka dalam berbelanja apakah di dorong sifat hedonis atau tidak. Faktor eksternal yang mempengaruhi impulse buying yaitu pada lingkungan toko dan promosi yang ditawarkan minimarket seperti price discount dan bonus pack. Hal inilah yang menyebabkan konsumen melakukan pembelian impulse buying, yang mana semula hanya berpikir untuk belanja sesuai kebutuhan dan yang telah direncanakan, namun karena ketersediaan toko yang lengkap dan suasana toko yang nyaman untuk melihat-lihat barang serta sempitnya waktu bagi konsumen mencari informasi untuk barangbarang kebutuhannya membuat konsumen lebih memilih merek yang memberikan daya tarik atau manfaat lebih bagi dirinya pada saat itu, sehingga memungkinkan bagi konsumen untuk membeli barang-barang lain selain yang direncanakan.Faktor lain yang mendorong seseorang untuk melakukan impulse buying yaitu meningkatnya pertumbuhan ekonomi menurut Ma’ruf (2006) dengan ditopang oleh basis konsumen dan daya beli yang kuat membuat konsep pola belanja di Indonesia saat ini berubah dan berkembang sebagai sebuah cerminan gaya hidup yang lebih modern dan lebih berorientasi rekreasi yang mementingkan aspek kesenangan, kenikmatan, dan hiburan saat berbelanja. Hal ini juga yang mengakibatkan masyarakat mulai beralih berbelanja di pasar modern.
Dari beberapa promosi penjualan yang dilakukan, hanya dua strategi yang gencar dilakukan minimarket Indomaret yaitu memberikan price discount untuk item produk yang sama dengan pebisnis ritel lain namun harga yang lebih murah dan memberikan bonus pack untuk beberapa item produk khusus dengan harga tetap. Penerapan strategi yang dilakukan Indomaret seperti price discount dan bonus pack bukan tanpa alasan sebab strategi inilah yang paling disukai konsumen. Price discount sendiri merupakan pengurangan harga dari harga normal suatu produk yang diberikan oleh suatu perusahaan. Price discount yang masuk dalam bagian dari sales promotion ini merupakan strategi yang sering di terapkan oleh perusahaan dalam salah satunya Indomaret guna meningkatkan pembelian konsumen maupun menambah banyaknya pelanggan baru. Sebab, secara logis dengan adanya price discount konsumen berfikir jika akan memperoleh belanjaan yang lebih banyak dengan jumlah uang yang sedikit, hal ini lah yang tanpa di sadari konsumen melakukan pembelian secara impulse. Sedangkan bonus pack merupakan tambahan produk dengan harga normal. Strategi ini juga termasuk di dalam bagian strategi ini juga sering di terapkan perusahaan dalam meningkatkan pembelian konsumen ataupun menambah pelanggan baru. Biasanya dalam penerapan strategi ini perusahaan memberikan note kecil di produk berupa “buy 1 get 1” atau “buy 2 get 1” sehingga secara tidak langsung konsumen akan tertarik untuk melakukan pembelian secara impulse buying.
Menurut Data BPS untuk kegiatan konsumsi belanja rutin Indonesia 2019 menjelaskan bahwa pasar Indonesia telah mengalami pertumbuhan yang stagnan selama dua tahun terakhir. Stagnasi ini mencerminkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga yang menyumbang 56,82 PDB Indonesia pada triwulan I 2019. Melihat lebih dekat pada rumah tangga Indonesia, konsumen sangat bergantung pada pembelanjaan tidak terencana artinya mereka berbelanja untuk persiapan hari ini atau untuk dapat dikonsumsi segera. Disisi lain pembelanjaan terencana tidak begitu populer di Indonesia seperti belanja kebutuhan obat-obatan dan minuman, hanya menyumbang 18% dari total frekuensi belanja dalam setahun kontribusi belanja terencana.
Banyaknya keunggulan dari ritel modern dan dengan menerapkan beberapa strategi seperti price discount dan bonus pack di harapkan nantinya dapat memberikan timbal balik yang baik bagi masa depan Indomaret dalam menjalankan usaha ritelnya serta dapat meningkatkan jumlah pembelian konsumen secara impulsif. Sebab, impulse buying yang dilakukan konsumen Indomaret yang berada diKecamatan Sukun Kota Malang sangat dipengaruhi price discount dan bonus pack, hal ini dapat dilihat jika saat Indomaret menerapkan dua strategi ini, konsumen akan berbondong-bondong untuk melakukan pembelian. Perilaku pembelian yang dilakukan karena adanya strategi yang diterapkanIndomaret yaitu price discount dan bonus pack merupakan perilaku pembelian yang tidak wajar yang dilakukan oleh konsumen, sebab konsumen melakukan pembelian bukan untuk memenuhi kebutuhan namun untuk memenuhi kepuasan yang didapat setelah mendapatkan barang dengan label price discount dan bonus pack.
Konsumen idealnya berbelanja sesuai kebutuhan nya, namun kenyataan nya banyak orang yang berbelanja berdasarkan keinginan yang sering muncul tiba-tiba tanpa direncanakan saat berbelanja salah satunya dikarenakan strategi pemasaran yang dilakukan indomaret seperti price discount dan bonus pack yang menyebabkan pola hidup massyarakat yang konsumtif. Pandangan Islam pembelian tanpa direncanakan ini mengarah pada perilaku boros dan berlebihan, karena hal tersebut bukan berdasarkan pada kebutuhan namun lebih pada pemuasan diri dengan mendahulukan keinginan dari pada kebutuhan (Rozalinda, 2015). Tentu nya hal ini dilarang oleh agam Islam, dalam Al Quran telah dijelaskan bahwa Allah SWT telah melarang perilaku boros, berlebihan dan melarang perbuatan mubadzir. Oleh karena itu, dalam ekonomi Islam tujuan konsumsi untuk mencukupi kebutuhan dan bukan memenuhi kepuasan atau keinginan. Hal tersebut harus dilaksanakan secara terencana sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia. Jangan sampai mencapai pada “besar pasak, daripada tiang” yaitu lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Sehingga, konsumen dituntut menjadi konsumen yang rasional dalam berkonsumsi, jangan sampai menjadi konsumen yang konsumtif (Septiana, 2015). Islam mengatur segenap perilaku manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup nya, bagaimana manusia bisa melakukan kegiatan-kegiatan konsumsi yang membawa manusia berguna bagi kemaslahatan hidupnya.
Dengan penjelasan singkat yang telah dikemukakan sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh bonus pack dan price discount terhadap impulse buying. Penelitian ini mengambil objek pada konsumen Indomaret WayHalim, maka penelitian ini diberi judul “Pengaruh Bonus Pack dan Price Discount Terhadap Impulse Buying Pada Indomaret WayHalim Menurut perspektif islam”.

Baca Juga  Organisasi Profesi: Pengertian, Kriteria dan Pembidangan

B. Rumusan Masalah
1. Apakah Price Discont berpengaruh terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret?
2. Apakah Bonus Pack berpengaruh terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret?
3. Apakah Price Discont dan Bonus Pack bersama sama berpengaruh terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret?

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui Price Discont berpengaruh terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret
2. Untuk mengetahui Bonus Pack berpengaruh terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret
3. Untuk mengetahui Price Discont dan Bonus Pack bersama sama berpengaruh terhadap impulse buying pada pelanggan minimarket Indomaret